We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan kisah indah Bagai Rama dan Sinta namun tidak setragis Romeo dan Juliet. Ini kisah Mereka yang entah apa namanya hingga sayapun tidak mengerti mereka itu apa. Alasan klasik untuk jatuh padanya. namun tidak untuk kedua kalinya, itu menurutku. kata orang orang yang pertama akan selalu memberikan rasa yang berbeda bahkan ketika kau sudah melupakannya. Ya, mereka benar. aku merasakan itu bahkan ketika aku sudah berjanji untuk membencinya, hati takkan pernah bisa berbohong jika itu sudah menyangkut pemiliknya.
Creative Commons (CC) Attribution
#9
enough
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal
  • Not A Love Story
  • The Comedian's Last Laugh
  • Maaf' (Revisi)
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • From Me To You
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • Always Stay In You
  • Air Mata Cinta

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

More details
WpActionLinkContent Guidelines