My Dangerous CEO

My Dangerous CEO

  • WpView
    Reads 1,149
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 10, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bakal ada cerita yang di private yaaa!! "Lihat mataku Made.. lihat mataku" katanya lalu ia memutar posisi Madeleine dan langsung memeluk pinggangnya memastikan gadisnya tidak akan lari darinya. Dengan tangannya ia meraih dagu Madeleine dan membuatnya saling menatap satu sama lain. Mata indah berwarna biru muda milik Made seolah menyihir Theo. Theo langsung mengecup bibir Madeleine pelan tapi sangat lembut dan menggairahkan. Ia mengeratkan pelukannya dan meraih tengkuk Madeleine untuk mempererat ciuman mereka. "Kau hanya punyaku Made.. tubuhmu, hatimu, segalanya punyaku. Ingat itu Made. Tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku" ucap Theo sambil mengecup dahi, hidung, mata, dan bibir milik gadisnya itu
All Rights Reserved
#166
dangerous
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDE
  • She is Dara
  • Let Me In (OPEN PO)
  • BALAS DENDAM SEORANG QUEEN MAFIA
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • My Dangerous Boy✅ {TURNER SERIES #1}
  • That's My Girl
  • Orang Ketiga (Complete)
  • Intoxicate [KARYAKARSA]
SOLITUDE

"Lo cuma bahan seks gue, tapi gue sayang lo" kata lelaki itu dengan keadaan setengah sadar sambil mengusap pelan wajah gadis yang ada dihadapanya, mungkin karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman berakohol. Gadis itu terdiam mendengar perkataan lelaki yang saat ini terbaring lemah disofa. Jadi selama ini semua kata-kata manis, semua perhatian itu karena dia cuma bahan seks ya? Gadis itu tersenyum miris. Gadis itu salah satu orang percaya kalau orang mabuk akan berkata dengan jujur. Dengan perlahan gadis itu berdiri menuju kearah dapur mengambil air hangat lalu kembali dan mengompers lelaki itu. Suhu badan lelaki itu sedikit hangat maka dari itu dia mengompresnya. Perlahan gadis itu membuka jaket yang membalut kaos hitam polos dari lelaki itu kemudian dia memperbaiki letak posisi tidur lelaki itu. Setelah semuanya sudah selesai gadis itu mengambil tas selempang miliknya yang berada dikamar sebelum keluar dari appartemen, gadis itu sedikit melirik kearah lelaki yang sudah tidur itu, kemudian melanjutkan langkahnya. "Jadi cuma bahan seks ya?" gumam gadis itu dengan meneteskan air mata. Sekali lagi gadis itu tersenyum miris sambil menatap kosong pintu lift.

More details
WpActionLinkContent Guidelines