TWINS DISASTER (END)

TWINS DISASTER (END)

  • WpView
    Reads 3,985
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 18, 2022
Ara memasang sarung tinjunya dengan sempurna. "Gue ngga akan buang-buang tenaga buat orang lain yang sengaja nyakitin gue. Tapi kalau sampai lo sendiri yang nyakitin gue," Ara menatapnya dalam. "Gue ngga butuh orang lain buat mukulin lo, karena gue sendiri yang akan terjun ngelakuin itu." ----------------------------------------------------- Adara yang semula mencintai Rafi kini diam-diam mengamati perlakuan cowok itu di belakangnya. Namun, setelah mereka melalui 3 tahun berpacaran tanpa persoalan, Adara kembali dihadapkan oleh luka masa lalu pacarnya yang sialnya belum selesai akibat kembalinya sosok gadis yang membuat dunia Rafi berubah. Dan Adara yang semakin obsesi untuk memiliki Rafi harus mengorbankan seluruh perasaannya karena masa lalu pacarnya bukanlah main-main. Ada sesuatu yang tidak diketahuinya. Setelah berdebat dengan hati dan keegoisan, dia selalu mendapatkan kejutan-kejutan tak terduga hingga Abang Iparnya yang merupakan Asisten Pelatih di Club Taekwondo Universitas Trisakti berhasil mengeluarkan Adara dari kubangan luka yang selama ini dia tahan. Penasaran bagaimana cara Rafa mengangkat Adara yang terjatuh? Happy reading ya. I love you :) #WinaHasibuan
All Rights Reserved
#51
sikembar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ADAROMAR
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • Adara
  • After J (Complete)
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Hate To Be Love(S)
  • Kapan ini berakhir???
  • Asmaranya Arjuna
  • Kami Sama Tapi Berbeda {END}

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines