Thinker Seed

Thinker Seed

  • WpView
    Membaca 443
  • WpVote
    Vote 48
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 24, 2020
WpInfo
Puisi
Jiwa ini perlu dikenalkan dengan benih penerjemah rasa. Agar tak ada lagi kegilaan rasa yang membebankan jiwa. "Thinker seed" Karena benih pemikir akan berkembang di lahan yang seharusnya. Tulisan ini hanya tumpuhan dari rasa ku yang menggebu. Sesama kita yang tertarik pada kalimat indah, lebih baik saling berbagi agar tak ada lagi keluh kesah. Silahkan membaca. Dimohon agar bisa menghargai karya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#308
qoute
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • REVERSAL
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • [✓]ɴᴏᴛᴇʙᴏᴏᴋ • ᴸᵉᵉ ᴶᵉⁿᵒ ˣ ʸᵒᵘ
  • VMQUOTES
  • Truth and Choice (END)
  • River Flows In U √
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan