Marry Or Not?

Marry Or Not?

  • WpView
    LECTURAS 3,744
  • WpVote
    Votos 228
  • WpPart
    Partes 34
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 21, 2019
"Ups, maaf! He...he... nggak sengaja! Reflek, saking senangnya!" kata-kata itu keluar dari mulut Manda, saat Faizal menarik tangan yang hendak dicium oleh Manda. "Inget batas suci!" Seloroh Faizal sekenanya. "Idih segitunya. Ketahuan nggak pernah deket cewek cantik ya!" Manda menimpali ucapan Faizal. "Situ merasa cantik? Orang dara model flat gitu, siapa juga yang tertarik!" "Dara?" "Dada Rata!" Manda sontak menyilangkan kedua tangannya di depan dada, ia mencebikkan bibirnya setengah mengumpat. "Dasar, mulut kamu mainnya di pasar ya, kalau ngomong pedes banget kayak cabe! Lagian seksi gini dibilang flat, mata situ katarak?" "Cih... seksi. Seksian mantan kemana-mana!" "Hello, hari gini mantan masih di inget, mantan tuh dibuang! Pada tempatnya!" Manda sengaja menekankan kata terakhir untuk melihat reaksi Faizal yang sudah merah padam.
Todos los derechos reservados
#216
cowokcuek
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Side Effect: The Dilemma (END)
  • RASSYA [ON GOING]
  • Say You Love Me Too
  • ice bear kesayangan
  • COMEBACK MANTAN [TAMAT]
  • second chance (completed)
  • playlist (completed)
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Bukan Mantan Pacar

Pria itu menatapnya dengan tenang, "kamu ingat perjanjian terakhir kita?" Hanami mengerutkan keningnya, "perjanjian? Kontrak kerja?" dia bertanya heran. Rian berdecak pelan, dia kemudian membuang puntung rokoknya. "Ini sudah lebih dari lima tahun, Hanami." Katanya, "kita sama-sama belum menemukan seseorang, bukankah sesuai kesepakatan, kalo kita harus kembali?" Kini giliran Hanami yang berdecak, tidak menyangka kalau Rian masih mengingat kesepakatan konyol yang mereka buat beberapa tahun yang lalu. "Kesepakatan tidak tertulis yang dilakukan dua bocah, itu gak ada artinya, Pak Adrian," ucapnya, setengah mendengus. "Kamu percaya takdir?" tanyanya, menatap lurus ke arah depan. Yang bisa dilakukan Hanami hanya menghela napas, dia enggan membahas ini. Kesepakatan itu sudah ia lupakan sejak lama, kenapa pria ini tiba-tiba membahasnya. "Menikah sama saya, Hanami."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido