Cindercella

Cindercella

  • WpView
    Reads 416
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 25, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Pada awalnya, semua baik-baik saja. Hidupku mulus dengan jalan lurus, dan aku pun selalu bahagia. Tapi entah kenapa semenjak aku dan kakakku, Joshua, tidak sengaja melemparkan batu ke rumah nenek tua di dekat komplek perumahan kami, hidupku menjadi serbasial. Setiap saat langkahku dipenuhi kesialan. Terjatuh, tersandung, bahkan ketinggalan penerbangan saat kondisi sangat genting pernah kualami. Semua kesialanku semakin menjadi setelah kematian Papa dan Joshua. Setelahnya, hidupku terasa suram dan menyebalkan. Tapi semua itu dengan perlahan sirna setelah aku bertemu dengannya. Namun sayang, maksud bersama dengannya untuk merasakan setitik kebahagiaan, justru semakin memperumit hidupku. Ternyata jatuh cinta tidak semudah yang kukira. -queensab (re-publish) (on going)
All Rights Reserved
#12
cella
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • REANDRA [END]
  • The Other Side [Telah Difilmkan & Diterbitkan]
  • REYRA🍁 [TERBIT]
  • DIEZZA (Sudah Terbit)
  • Renald (Open PO)
  • Kanaya & Devano [END]
  • ALFA [selesai]
  • DIARY RISA [COMPLETED✅] [REVISI]
  • Tentang Rindu [Sudah Diterbitkan]

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines