EDGE OF TOMORROW

EDGE OF TOMORROW

  • WpView
    LECTURAS 127
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 1, 2017
WpInfo
Ficción
Ciencia Ficción
60 tahun lalu manusia berhasil melawan alien yang sudah menghancurkan bulan hingga volume air meningkat drastis. Sebagai penyelamatan besar-besaran atas sumberdaya yang tersisa di Bumi, Martin akhirnya bergabung kesebuah sekolah militer dan pendalaman astronomi yang berada di kota "Melayang" ribuan kilometer dari permukaan Bumi karena beberapa bagian permukaan bumi telah terkena radiasi yang berbahaya. Disanalah dia mulai mengenali dirinya kembali dan bertemu dengan seorang anak yang bernama Drew Bieber yang merupakan anak dari Dr.Florian yang dulu membawanya kemarkas setelah perang. Martin akhirnya bergabung dengan sekolah militer dan astronomi itu. Suatu saat manusia menyadari bahwa umur bumi sudah tak lagi akan bertahan lama akibat dari dampak kejadian 60 tahun lalu ketika bulan hancur. Namun, akhirnya tim astronomi menemukan kejanggalan disebuah planet Neptunus. Mereka beranggapan bahwa Neptunus mempunyai sumberdaya yang cukup untuk manusia tinggali. Namun, kala itu Neptunus ternyata dihuni oleh "Manusia Kedua" yang sudah hidup di Neptunus sekitar 100 juta tahun yang lalu. Akhirnya, Martin dan anggota militer lainnya ditugaskan oleh komandan militer(Captain Diplo) untuk menyelediki kehidupan di planet Neptunus dan berniat mengusir para penghuni di Neptunus. Captain Diplo berniat menghancurkan penduduk Neptunus dan merebut tempat mereka.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Betelgeuse ✔
  • [END] Can't I Be Yours
  • Destiny (Xicheng)
  • ARUNA LANGIT
  • EXCITATION WORLD : sekeping kisah di bumi fantasi
  • EUGENIKA
  • SeKalya

Karmila ingin menenggelamkan dirinya ke dalam Samudra Atlantik, tenggelam dan mati membeku ketika tahu kalau tetangga baru di samping unit apartemennya adalah Pradipta. Ya, Pradipta yang lima belas tahun lalu menolak cintanya mentah-mentah dan mempermalukannya ketika mereka masih berseragam putih abu-abu. Lima belas tahun, dan semuanya sudah berubah kecuali Pradipta. Lelaki itu masih tengil, kurang ajar, dan sialnya juga masih tampan, tidak berkurang sedikitpun malah semakin bertambah. Dipta menganggap dirinya bertemu dengan teman lama, sedangkan Mila tidak pernah menganggap lelaki itu sebagai teman. Dipta tidak tahu saja kelakuannya ketika menolak Mila mentah-mentah sambil mempermalukannya di depan seluruh kelas dulu menjadi trauma tersendiri untuk Mila. Mila kira bertetangga dengan Dipta sudah merupakan kutukan yang dia terima, tapi ternyata masih ada hal yang lebih mengerikan lagi selain itu. Benar-benar mengerikan karena bisa membuat Mila yang tidak punya riwayat asma jadi sesak nafas seketika.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido