Takdir
  • WpView
    Reads 12,064
  • WpVote
    Votes 470
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 11, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Percayalah, jika kita di takdirkan bersama. suatu hari nanti kita akan bersama. Jadi, bersabarlah untuk menantikan hari itu. - Arsyad Dzaki Khairil - Jangan berharap pada manusia yang penuh kekurangan ini. Karena saya tak mau membuat anda kecewa nantinya. Kita jalani saja takdir yang sudah di tuliskan-Nya. - Aqila Divya Shakeera Fattana - Saya percaya, jika dua insan itu memang di takdirkan bersama. Sekalipun mereka terpisah oleh jarak dan waktu. Tapi, pasti suatu hari mereka akan bertemu dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. - Farhan Al-fatih Mumtaaz -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Dia dan Doa
  • Destiny (TAMAT)
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Painful✔️[Complete]
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Skenario Allah✔[End]
  • Mahligai Cinta [END]✓

𝐒𝐄𝐋𝐄𝐒𝐀𝐈 [𝐏𝐀𝐑𝐓 𝐋𝐄𝐍𝐆𝐊𝐀𝐏] [𝗦𝗽𝗶𝗿𝗶𝘁𝘂𝗮𝗹-𝗥𝗼𝗺𝗮𝗻𝗰𝗲] 𝗙𝗼𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗸𝘂𝗻 𝘄𝗮𝘁𝘁𝗽𝗮𝗱𝗸𝘂:) ⚠️𝗗𝗜𝗟𝗔𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗧⚠️ •••• Aku hanyalah perempuan biasa yang sedikit mengerti tentang Agama. Bahkan, bisa membaca Al-Qur'an saja, diriku bersyukur tak terkira. Aku memang sederhana, tak pandai bergaya, apalagi memamerkan keindahan wajah yang putih dan bersih seperti perempuan diluar sana. Akan tetapi, saat mengenalnya aku merasa aku mengagumi dirinya. Namun, aku tau diriku tak layak bila disandingkan dengannya. Dia adalah sosok yang begitu mapan, baik akhlak maupun tutur bahasanya. Dirinya seorang Hafidz Qur'an. Bahkan disegani banyak orang. Sedangkan diriku, hanya perempuan biasa. Daripada dia yang jelas mengerti Ilmu Agama. "Aku akan mengkhitbahmu," katanya berhasil membuatku mendongak seketika. "Kak maaf, tapi aku-" "Aku akan datang nanti malam," lanjutnya yang menimbulkan gejolak dalam dadaku. "Maaf Kak, tapi aku tidak pantas untuk Kakak. Aku hanya perempuan biasa yang tak pandai beragama. Bahkan Kakak tau itu, aku bisa membaca Al-Qur'an saja bersyukur Kak. Sedangkan Kakak, seorang Hafidz Qur'an, bahkan disegani banyak orang. Maaf, aku tidak pantas untuk Kakak, permisi. Wassalamu'alaikum." •••• #penasaran? Langsung cek ya:) Start : 30 Januari 2021 End : 08 Mei 2021 𝗖𝗘𝗥𝗜𝗧𝗔 𝗠𝗨𝗥𝗡𝗜 𝗔𝗦𝗟𝗜 𝗗𝗔𝗥𝗜 𝗣𝗘𝗠𝗜𝗞𝗜𝗥𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗡𝗗𝗜𝗥𝗜. © Images from pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines