We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dunia NADA
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 21, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Munafik. 1 kata yang memiliki banyak makna di dalamnya. Nadila Mauliani. Cewek cantik berusia 16 tahun yang duduk di bangku SMA Kelas 2. Tipe cewek jail dan super cerewet. Dafara Wahyu Niko Ramadhan. Cowok ganteng berusia 16 tahun yang juga duduk di bangku SMA Kelas 2. Tipe cowok bad boy, gamers, dan super jutek. . . . "lebih baik gw main game dari pada main perasaan" << alasan klise yang selalu diucapkan seorang Dafara. Terbit setiap hari minggu. Kolaborasi dengan : @AullyaRahma19 @Nadila2888888
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Realita & Waktu
  • 对不起,我喜欢你「SORRY, I LOVE YOU」
  • Our Story| END
  • Baby Doll || UN1TY × StarBe [END]
  • Introvert Merindu
  • Delusional : Ilusi yang Menyenangkan
  • Dasar Dosen Gila || END
  • Past Love Part 1
  • MOVE ON ✅

Kanaya Nathania merasa dunianya telah kehilangan warna. Sebagai mahasiswa DKV tingkat akhir, ia justru membenci kanvasnya sendiri. Di bawah tekanan ekspektasi dan kegagalan yang terus membayangi di Jakarta, Kana memilih melarikan diri ke Bandung, mencari perlindungan di rumah tua milik neneknya. Ia berharap bisa menghilang dalam keheningan, namun ia justru bertemu dengan Javero, tetangga sebelah rumah yang hidupnya diatur oleh logika, angka, dan efisiensi. Javero adalah mahasiswa Manajemen yang kaku. Baginya, segala sesuatu termasuk emosi harus bisa dikelola agar efisien. Namun, kehadiran Kana yang berantakan mulai mengacaukan perhitungan matangnya. Di antara aroma kopi pukul lima sore dan dinginnya udara Bandung, keduanya terjebak dalam skenario yang tidak biasa. Javero mencoba memperbaiki operasional hidup Kana, sementara Kana tanpa sadar mulai memberi warna pada garis-garis hidup Javero yang selama ini hanya hitam dan putih. --- Di bawah temaram lampu teras yang berkedip, Javero menatap punggung Kana yang tampak rapuh. "Kenapa kamu repot-repot peduli, Ver? Hidupku ini cuma sketsa rusak yang mau aku buang," bisik Kana tanpa menoleh. Javero terdiam sejenak, menyesap sisa kopi pahitnya. "Dalam manajemen, nggak ada barang yang benar-benar rusak, Kana. Yang ada cuma barang yang belum ketemu tempat yang pas untuk diperbaiki." Kana tertawa getir. "Dan kamu pikir kamu bisa memperbaikiku?" Javero melangkah satu langkah lebih dekat, suaranya merendah seiring angin malam yang berhembus. "Saya nggak mau memperbaiki kamu. Saya cuma mau memastikan, pas kamu memutuskan buat jalan lagi nanti... kamu nggak perlu sendirian menghitung detiknya." Di tengah kejaran deadline skripsi dan kenyataan yang kian mencekik, mereka harus belajar bahwa beberapa hal di dunia ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan logika, dan beberapa luka tidak akan sembuh hanya dengan berjalannya waktu. --- Tema Utama: Self-healing, Slow-burn Romance, New Adult. Latar: Bandung, 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines