Hide in silence

Hide in silence

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 4, 2020
"Aku sama persis seperti kalian Aku juga melakukan kegiatan yang sama seperti kalian Aku suka menari sambil tertawa Aku menyukai merah diatas putih Aku menyukai alunan jeritan ketika keheningan sedang berlangsung Aku bermain disaat kegelapan berada disekelilingmu Aku tertawa ketika kalian menolakku Tenang saja sekarang Aku sedang berada berada diantara kalian Ketika bermain denganku jangan bersembunyi ya tak...tik...tuk karena aku sangat menyukai hal itu" -unknown menyeringai lebar Lexi memandang kosong langit langit kamar apartemen nya. Penat yang ia rasakan, tapi ada rasa lain yang mengalahkan rasa penat nya. Lexi menghembus kan nafas berat, beranjak ke dapur mengambil air dingin dikulkas untuk mendinginkan pikiran nya. Ia memandang pantulan dirinya yang ada di pintu kulkas. 'tolong jangan muncul lagi' mohon nya dalam hati dan berlalu kekamar.
All Rights Reserved
#3
permohonan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAD GHOST 6 ✓
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Dark Side (Hiatus)
  • [Annalisa]: The Crimson Theater
  • SELA ta KEY [END]
  • Lentera Lily
  • Kaca yang retak
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Misi Kalisa (End)
  • The Case

BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines