SILENT
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 21, 2017
WpInfo
Fanfic
Pria juga mempunyai perasaan layaknya seorang wanita. Pria juga bisa rapuh layaknya seorang wanita.. Hanya saja cara mereka berbeda.... Pria akan menangis untuk menahan perasaannya. Dan wanita akan menangis untuk melampiaskan perasaannya. Lalu... Bagaimana dengan Wu fan Naftalino seorang Mahasiswa sekaligus pengusaha muda yang memiliki banyak permasalahan di kehidupannya. Apa dia akan menangis layaknya seorang wanita(?) Atau.. dia akan berdiam diri dengan segala pikiran yang menjadi bebannya.
All Rights Reserved
#19
silent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • DENNIES
  • KIATHAN [END✔]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Grafi [End]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Can I have u miss bae?
  • Cassandra (SUDAH TERBIT)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines