Ku Ikhlaskan Dirimu

Ku Ikhlaskan Dirimu

  • WpView
    LECTURAS 315,834
  • WpVote
    Votos 15,231
  • WpPart
    Partes 41
WpMetadataReadConcluida lun, ago 10, 2020
Cinta tak direstui?? Itulah yang dirasakan oleh dua insan yang saling mencintai ini 'Ali Fachri Firdausi dan Aprillya Putri Anastasya' Mereka berjuang untuk mendapat restu dari ibu Ali dan perjuangan mereka mendapat hasil yang memuaskan. Namun, sayang sekali ketika mereka sudah resmi menjadi suami istri, justru Prilly tersiksa karna keadaan. Mama Ali memperlakukan prilly sebagai seorang PEMBANTU bukan sebagai MENANTU. 'Sakit' hanya kata itu yang mendeskripsikan perasaan prilly ketika mama mertuanya menjodohkan suaminya dengan perempuan lain. Setelah sekian lama rahasia besar yang prilly sembunyikan akhirnya terbongkar dan itu membuat Ali terutama Mama Ali begitu MENYESAL karna sudah memperlakukan prilly bag seorang PEMBANTU.
Todos los derechos reservados
#377
apl
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dia Bahagiaku
  • War Of Hormones
  • About Us and Love
  • Fragile
  • My Kayang
  • Damn! He's My Husband
  • I'm Not Teroris
  • Suatu Hari Nanti
  • Belatedly Love You 1 & 2
  • I Love You Just The Way You Are! [END]

Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido