Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
TWINS GRILS DREAM SINGER

TWINS GRILS DREAM SINGER

  • WpView
    MGA BUMASA 1,227
  • WpVote
    Mga Boto 51
  • WpPart
    Mga Parte 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jul 10, 2017
WpInfo
Fiction
Mystery
sebuah bola mengelinding kearah tengah jalan "ah, bola nya kesana kakak ambilin ya.." kata kakak laki-laki itu "angan atu aja (jangan aku aja)" sahut gadis kecil yang sedari tadi main ayunan, "itut (ikut)" tambah gadis kecil yang tadi bermain bola bareng kakak nya Mereka berdua berjalan menuju ke sebrang jalan dengan di ikuti kakak mereka dari belakang, tiba-tiba daru samping ada sebuah mobil yang melaju kencang "awas..!" teriak kakaklaki-laki itu, tapi terlambat tepat di dua mata nya dia melihat adik nya mendorong soudara nya dan tabrtakanpun terjadi, badan mungil nya tergeletak kepala nya terbentur batu dengan keras.... ~~~~~~ "Bohong...." kata Ani lirih dia tak bisa menerima kenyataan yang baru ia dengar, Orang yang selalu melindungi nya harus mengalami sesuatu yang buruk. walau sesuatu yang terpisa jauh karna sesuatu pasti semua kan kembali pada saat nya. TWINS GRILS DREAM SINGER
All Rights Reserved
#189
singer
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Brothers
  • Sorry, Cause I love you  (revisi)
  • Sergio | Haechan
  • TEENAGERS|Lengkap
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Aksara Lingga
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman