Story cover for We Are..? by Lhinda_Lin
We Are..?
  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 282
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published May 21, 2017
"Kita ini, sahabatan, kaka ade'an, ttm, atau pacaran sih, Tha?"

"Lo mau nya apa?"

"Ih, Lo mah ga asik. Ditanyain malah nanya balik." Davaya pergi meninggalkan Astha yang masih duduk di dalam cafe sendirian. selalu saja seperti itu kalo ditanya. 

Astha ini sejenis Marshmallow, tapi rasa pedas.. Awal dilihat, dia itu kesannya orang yang sweet banget. Eh tapi pas dirasa, ampun deh rasanya pengen meledak-ledak. 
.
.
Ini kisah tentang Davaya dan Astha. Mereka yang sudah saling mengenal sejak kecil, tumbuh bersama.
Seperti kakak-adik, tapi bukan. 
Seperti pasangan kekasih, tapi juga bukan. 
Davaya yang selalu membuat cemas seorang Astha. 
Dan Astha yang selalu ada di tiap kesulitan Davaya.
.
.
.
*Update setiap Kamis
All Rights Reserved
Sign up to add We Are..? to your library and receive updates
or
#663sequel
Content Guidelines
You may also like
Untitled 2017  [Ongoing] by Sandrialova
11 parts Ongoing
Keduanya sama-sama tertawa ketika suasana perlahan mencair. Juwita yang mulai membuka diri kini kembali melontarkan pertanyaan acak yang Ia sesali setelahnya. "Kamu kalo kesini sama siapa, raf ? Pacar ?" Raut lelaki itu tiba-tiba berubah. Tatapan matanya berpendar kearah lain, menyembunyikan cemas yang tersirat di balik jawabannya yang santai. "Pacar saya lagi gga di sini, Rei. Dan dia bukan anak tongkrongan kayak kita." Tanpa sadar gadis itu menahan nafasnya sendiri, belum siap dengan jawaban yang diterimanya. "Oh, gitu. Udah lama LDR-nya ?" Juwita bertanya lagi dengan wajah ingin tahu, walau kenyataannya justru sebaliknya. Sebab menurutnya akan aneh ketika topik itu hanya berhenti sampai di situ saja. "Sejak lulus kuliah. Dua bulan yang lalu. Dia sekarang lagi lanjutin S2 di Jakarta." "Wowww,,,hebat ya dia masih semangat untuk kuliah. Limitted edition tuh cewek kayak gitu. Kamu beruntung, raf." Lelaki itu hanya menjawabnya dengan senyuman tipis. Kepalanya menunduk, menyembunyikan wajahnya dari Juwita yang sedang menatapnya nanar. Setelahnya, obrolan itu terjeda beberapa saat. Keduanya kembali sibuk dengan isi kepala masing-masing. Juwita yang merasa bersalah karena telah menghadirkan pembahasan yang berat, juga Asraf yang kini sedang mengabaikan kenyataan yang membuat suasana kembali hening. "Kayaknya salah banget ya kita baru ketemu sekarang ?" Rasanya seperti ada sebuah kekuatan besar yang menyerap habis suara-suara di sekitar mereka. Heningnya terasa mencekam ketika hanya ada suara Asraf dan debar jantungnya di sana. Pertanyaan Asraf tadi menggaung di telinga, menimbulkan rasa perih yang tidak seharusnya ada. Untuk apa Ia merasa kecewa ketika tahu bahwa Asraf ternyata sudah punya pacar ? Bukankah mereka tidak pernah memiliki hubungan yang spesial sebelumnya ?
You may also like
Slide 1 of 10
AMISTAD✅ cover
Untitled 2017  [Ongoing] cover
No Longer Mate cover
Look At Me ✔ cover
ALESYA (END) cover
The Fall of Ladykiller  cover
Harimau With Wolf cover
Kelas A [End] cover
DEVIAN [END] cover
Cold Boyfriend [Ending]  cover

AMISTAD✅

46 parts Complete

"Mel, jogging kuy!" "Mmmm.. Lo jogging gue sarapan, gimana?" tawar Caramel pada cowok di depannya dengan alisnya yang naik sebelah. "Ck, gak asik Lo, Mel!" kesal cowok itu. Caramel terkekeh gemas lantas mencubit kecil pipi sahabatnya, "Lo kalo lagi ngambek lucu amat, jadi pengen nampol." Cowok itu memanyunkan bibirnya kesal dan berusaha menjauhkan tangan Caramel dari pipinya. "Iya, deh, kuy, jogging--" "Gitu kek dari tadi!" sela cowok itu. "Ck, gue belom selesai ngomong, Ryan!" "Hahah.. oke, lanjutin gih!" Caramel merotasikan matanya, "Tapi gue jalan di belakang Lo." "Au ah, kezel gue sama Lo!" "Gue gak bisa jogging, Ryan. Kalo mau jogging, gih, minta temenin pacar Lo!" **** Amistad. Ikatan yang membuat mereka saling memahami satu sama lain. Amistad. Ikatan yang membuat mereka terikat tak hanya raganya namun rasa mereka pun demikian. Amistad. Ikatan yang bukan penghalang, walau fakta saling menyayangi itu benar adanya. Amistad. Ikatan untuk terus bersama, bukan saling meninggalkan. **** "Gue berani taruhan, tuh, cewek bakal menang balapan!" "Let's we see! Who's the winner," sahut cowok bermuka datar pada lawan bicaranya. [ Sequel of 'alvino' ] **** Started at 01.01.19