After That Day [END]

After That Day [END]

  • WpView
    Reads 130,143
  • WpVote
    Votes 6,113
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
Setelah hari penuh kesedian itu, terbesit rasa bersalah di hati Mauzhia. Berulangkali ia memantapkan diri untuk memilih Hijrah dari kebiasaan buruk dan dari hal-hal yang menjauhkannya dari Sang Pencipta kepada semua hal yang justru sangat disenangi dan dicintai Tuhannya. Ia berusaha untuk taat, walau lingkungan kurang mendukungnya. Hingga akhirnya ia memantapkan niat bergabung ke ekstreakurikuler rohani yang ada di sekolahnya. Wadah itu bernama Rohis, di sana ia dikuatkan dalam mengahadapi cobaan demi cobaan. Tak hanya sampai di situ, ia pun mendapatkan cobaan tentang perasaan. Remaja itu bimbang, bagaimanakah cara menyikapi dengan tepat ketika seseorang datang membawa sepotong hati yang meminta dilengkapi.
All Rights Reserved
#834
persaudaraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menuju Hidayah-Mu
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Memory
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Ya Rabb Beri Kami Hidayah-Mu
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR

Spiritual-Teen Fiction (ON GOING) Cover by: @liafadhilah Meskipun sudah berada di jalan yang benar, bukan berarti seseorang itu pasti mampu memegang keistiqamahannya. Sama halnya dengan gadis di kisah ini. Dia Afika Sidqia A., salah satu siswi di SMA N Bakhti Bangsa yang duduk di kelas 11 IPA 3. Tak banyak yang mengenal dia. Sifatnya berubah selama sepuluh tahun terakhir membuat Afika harus menjaga jarak dengan beberapa orang, terutama makhluk berstatus lelaki. Namun semuanya berubah saat semesta mempertemukan Afika dengan seorang siswa pindahan. Ketika Afika menemukan jawaban atas teka-teki yang membuat hidupnya kacau berkat perempuan yang ia jumpai tanpa sengaja. Dirinya merasa sangat berdosa. Niat untuk menjemput hidayah itu ada. Namun ketika Afika ingin memantapkan berhijrah, ada sebuah kebimbangan yang menyurutkan niat awalnya. Akankah Afika memilih untuk tetap hijrah? Atau justru kembali jatuh ke lubang yang sama, bahkan jauh lebih dalam dari sebelumnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines