Story cover for Lampion malam by LennyLestari6
Lampion malam
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 21, 2017
Bunyi ketukan jari yang seirama
Menggema dalam angan yang entah berkelana dimana...
Hayal ini terbang melintas langit malam yang gelap
Sepi,sunyi di tengah keramaian dunia yang tak berbatas waktu dan jarak
Sesekali angin meniup rambut panjang terabaikan dari sang pemilik malam itu
Hening sejenak.... Hening...
Angannya terhenti oleh sebuah sinar terang
Lampion itu sendirian di tengah hamparan gelap dan gagahnya langit malam...
Berdiri sendiri tanpa seorangpun disisi
Mata wanita itu tak berkedip, nyilu melihat lampion penyendiri itu
Bibirnya tersenyum sinis
"Apakah kau sendiri juga malam ini? Siapakah yang kau tunggu? Kapan ia akan kembali? Aaah... Apakah sama perasaanmu saat ini denganku?"
Hening tak bergeming
Ia kembali melanjutkan angan di tengah kegelapan malam
Namun tak sendiri... Lampion malam tersenyum syahdu menatapnya...
Dirimulah yang ku tunggu malam ini.
All Rights Reserved
Sign up to add Lampion malam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Tanya Hati (Selesai) by Flower_flo
22 parts Complete
PROLOG Hening. Nyaris tidak terdengar suara apapun. Jalanan yang ku pijaki gelap. Suasana terlihat seperti dalam film-film horror. Aku menempelkan tanganku pada dinding disampingku. Namun, bukannya terasa dingin aku malah merasakan rasa panas yang menjalar seperti aku sedang memegang pemanggangan panas. Mungkin karena aku terlalu merasakan hawa horos saat ini. Aku mengedarkan pandangannku kesegala arah. Berharap menemukan seseorang yang mungkin bisa membantuku. Tidak ada. Tidak ada satu orang pun disini. Seakan-akan di dunia ini hanya ada aku sendirian. Seolah-olah semua orang meninggalkanku di tempat yang sunyi ini. Sunyi, gelap, hampa, dingin, kesepian. Sampai aku mendengar sebuah alunan musik yang entah dari mana asalnya. Sesuatu yang aku tahu adalah sebuah lagu yang memenangkan jiwa. Seperti seseorang yang memainkan itu menuntunku menuju jalan yang benar. Seolah yang memainkannya sedang menenangkanku dari kehampaan ini. seolah dia sedang ingin menarikku dari jurang kesunyian yang aku rasakan saat ini. Memberikanku penerangan yang cukup sehingga aku bisa melanjutkan langkah kakiku dan menegakkan kepalaku. Suara itu, suara yang berasal dari kumpulan nada-nada yang tersusun rapi. Suara yang berasal dari pijatan sang ahli dengan not yang pas. Sebuah harmoni yang seperti sengaja di ciptakan untuk menenangkan hati orang yang mendengarnya. Tapi, yang aku tahu aku jatuh cinta akan hal itu sejak pertama kali mendengarnya. Dan tanpa sadar, kakiku melangkah mencari dari mana suara itu berasal. Sebuah ruangan dengan cahaya remang-remang. Ruangan itu kosong, hanya ada sebuah piano di tengah-tengah ruangan. Walaupun tidak terlalu terang, aku bisa melihat seorang pria berkemeja kotak-kotak sedang memainkan piano itu. Punggungnya melenting-lenting menikmati irama yang dia mainkan sendiri. ~Next to chapter 1~
You may also like
Slide 1 of 8
• EUTANASIA • cover
Kisah {Complete} cover
Jeritan Anak Broken Home 17+ cover
laut yang membawanya pergi (END) ✓ cover
Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah cover
Tanya Hati (Selesai) cover
SELENOPHILE cover
DESTINY OF US  [RUKA - JAY - SUNGHOON] cover

• EUTANASIA •

51 parts Complete Mature

" Saat kau membuka mata ingatlah jejak-jejak ini " Sepetik kisah cinta mawar merah bersama ombaknya Di kota balikpapan,kota tua yang menjadi tempat bertemunya sepasang insan yang sama-sama memiliki trauma akan cinta yang tulus. Mereka membuat lembaran kisah cinta baru yang malah menjadi cinta dengan lumuran darah di dalamnya. Mengobarkan beberapa sukma yang harusnya bahagia menjalani kehidupan tua bersama sang kasih. " -Kemarin kau masih memeluk hangat cintaku Hari ini kau peluk cinta Kau hempaskan hati ini kembali Kau bantai hidupku kembali Dulu Saat kau layu Ku siram dengan sejuknya airmata Saat kau dingin Ku peluk dalam hangat cintaku Saat sepi sendiri Kutemani hari hari sepimu Kau bercerita tentang kepedihan hati Kau menjerit kecewa pada orang yg selalu menyakiti hatimu dan membuat bathinmu menderita sampai hari ini Tapi mengapa Kaupun tega menyakiti hatiku Walau kau tau aku tak pernah sedikitpun menyakiti hatimu Bahkan Aku selalu mengharapkanmu datang Kembali Walau akhirnya kau tak kembali untukku Kau kembali di saat layu Tetap ku peluk dirimu Dalam deritaku- " " Bukan kamu saja Tuhan membuat semua orang di dalam sini sakit "