LANGIT

LANGIT

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 22, 2017
Pagi ini, Seberkas cahaya masuk melewati kisi-kisi jendela, menerangi separuh ruangan ini. Badanku sudah tergeletak di atas lantai pualam-entah sedari kapan aku tergeletak disini. Tetapi itu bukan hal yang harus dipikirkan, karna di depan mataku sekarang tergeletak dua orang kesayanganku yang sudah tak bernyawa lagi, di sekitarnya terdapat darah yang sudah mengering dan juga terdapat pada pakaian yang mereka kenakan. Yang lebih mencengangkan adalah, sebuah pisau yang di lumuri darah ada di genggamanku. Dan pakaian putih ku juga terdapat bercak darah. Manikku berpindah pada jasad kedua orangtua ku, menatapnya kosong, seraya berpikir. Ini tidak mungkin. Aku- membunuh mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red Devil
  • just family? -End-
  • SIRAUT SIRAH [REVISI]
  • The Virus Z
  • THE FAMILY CODE: SECRETS [𝐸𝑁𝐷]
  • Jejak Suara tak Terlacak
  • Sheina (Terbit)
Red Devil

COMPLETED [12/12] Emma memandangi jasad yang di depannya. Tubuh tanpa sehelai benang itu bersimbah oleh darah. Darah yang keluar melalui kepalanya itu menimbulkan bau yang sangat busuk. Emma menutup mulut dan hidungnya. Masih dengan perasaan terkejut atas apa yang terjadi, tiba-tiba ia mendengar suara dentuman pintu yang sangat keras. Keringat mengucur keluar deras dari dahinya. Jantungnya berdegup dengan kencangnya. Saat ingin berlari meninggalkan tempat busuk ini, sudah berdiri di belakang seseorang dengan topeng merah, mata hitam dan senyuman yang menyeringai lebar. Mengerikan. Di tangan kanan orang tersebut terdapat sebuah pisau dapur. Emma pun bergidik ngeri menghadapinya. Tanpa aba-aba orang bertopeng itu menebas leher Emma seketika. ©Red Devil (2015) - Dandy Wahyudi

More details
WpActionLinkContent Guidelines