MBAH JAMBRONG

MBAH JAMBRONG

  • WpView
    Leituras 1,964
  • WpVote
    Votos 75
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jan 17, 2019
Mbah Jambrong, Higga kini nama itu masih terngiang jelas di telingaku, Aku benar benar shock dan takkan pernah bisa kuhapus nama itu dari ingatanku, Jika dulu aku yang mengarang tokoh itu demi menakut-nakuti mendiang adikku, Namun sekarang, Bahkan aku tak akan pernah berani membayangkan rupanya lagi. Aku menyesal, Redo... Sekarang aku sudah tidak berdaya,,, Hal yang bisa kulakukan hanyalah mendoakanmu... Dan semua keluarga kita yang telah tiada akibat kejadian malam itu... Kini aku hanyalah sebatang kara... Tanpa kalian semua... -Giselle
Todos os Direitos Reservados
#787
creepypasta
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ALVIN (On Going)
  • Short Story (Horror)
  • Sleep With Nightmare
  • My Horror •Irror•
  • Creepy;
  • Creepypizza
  • Creepypasta
  • JADE
  • Creepypasta

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo