Theater Of Love

Theater Of Love

  • WpView
    Reads 1,062
  • WpVote
    Votes 115
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
If I'm Juliet, do you want to be my Romeo ? ××××××××××××××××××××××××××××××××× Gimana sih rasanya kalau misal, kamu musuhan sama orang. Tapi malah dijadiin pemeran utama drama bareng dia ? Itu yang dirasakan Bella, cewek mood swing yang kadang jutek dan kadang bawel ketika dijadiin pemeran utama bareng anak baru yang ngerusak hidupnya sejak pertama kali bertemu. Ari, nama cowok yang berhasil mengubah kehidupan Bella 180°. Cowok dengan tampang sok cool nan jahil yang menggunakan kejahilannya untuk merusak kedamaian Bella. Ari tak pernah menyadari hal yang dia lakukan. Karena yang ia tahu, ia hanya ingin membuat Bella bahagia.
All Rights Reserved
#352
kampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He Wrote My Name Wrong
  • Sudah Terlambat ☑️
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Bella ✔
  • Farel Dan Bella
  • Asmara Putih Abu-abu [ON GOING]
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • Love Or Obsessed? : Chapter I

He Wrote My Name Wrong Wattpad by barelyunknown SMA Harapan Baru katanya sekolah penuh "cinta pertama". Katanya sih. Nyatanya? Hari pertama orientasi aja aku udah dapat partner paling nggak ramah sedunia-Raynald Ezra, si cowok tinggi berkacamata yang ngomongnya kayak dosen dan nggak pernah senyum. Meira Anindya enggak pernah menyangka kalau hari pertamanya di SMA akan dipenuhi kejutan-terutama kejutan bernama Raynald Ezra. Cowok cuek dari kelas sebelah itu bikin Meira salah tingkah sejak insiden kecil di hari MOS. Tapi bukan SMA namanya kalau perjalanan cinta mulus-mulus aja. Mulai dari beda kelas, cewek berhijab yang selalu bareng Ray, sampai kenyataan bahwa Ray punya masa lalu yang belum sepenuhnya ia lepas. Sementara Meira sibuk memahami perasaannya, Ray juga diam-diam menyimpan rasa-rasa yang belum pernah ia tunjukkan ke siapa pun sejak kehilangan orang terdekatnya. Satu hal yang pasti: keduanya sama-sama belum siap untuk jujur... bahkan pada diri sendiri. Di antara tumpukan tugas, eskul, dan jantung yang deg-degan tiap ketemu di lorong sekolah, Meira dan Ray belajar satu hal: cinta pertama enggak selalu tentang kata yang sempurna, tapi tentang siapa yang bikin kamu ingin menulis ulang segalanya-termasuk nama seseorang, meski awalnya kamu salah tulis.

More details
WpActionLinkContent Guidelines