YES : You Can Hold My Hand

YES : You Can Hold My Hand

  • WpView
    LECTURAS 251
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 28, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Lo suka nonton bioskop? gue suka. Apalagi pas detik detik lampunya mulai redup. Pas film nya udah mau dimulai. Gatau kenapa jantung gue selalu deg degan. Trus gue excited sendiri. Rasanya tuh nyaman dan bikin tenang. Kalo lo gimana?" "Saya ga terlalu suka bioskop. Ga privacy, apalagi harus nonton bareng orang yang ga dikenal. saya ga suka!" "ANEH.." Naya mendengus "DAN SATU LAGI. Saya juga ga suka sama orang yang ngomong sama orang yang lebih tua pake lo-gue. Sok gaul tapi salah tempat." "Heuh dasar kaku!!" Umpat Naya dalam hati.
Todos los derechos reservados
#454
generalfiction
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • Im Yours.
  • Three Idiot Girls  ✔
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • Crazy Marriage
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Tokoh Utama

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido