SON OF THE MOON

SON OF THE MOON

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 6, 2017
Bagi kalian yang membaca tulisan ini, jangan pernah meminta kepada Tuhan untuk dilahirkan kembali. Seberapa bencinya kalian dengan kehidupan ini. Seberapa marahnya kalian dengan kehidupan ini. Seberapa susahnya kalian menjalani kehidupan ini. Kalian akan lebih menyesal lagi jika terlahir sebagai orang lain. Orang lain yang dihadapkan pada masalah besar. Orang lain yang memiliki tanggung jawab lebih. Orang lain yang akan memusnahkan bumi jika melakukan kesalahan kecil saja. Nhu terjebak dalam mimpinya. Satu-satunya hal yang dapat membangunkannya kembali ke kehidupan nyata adalah dengan memenuhi keinginan 'sesuatu' lain. Sebagai anak Bulan, Ia berusaha untuk memahami perasaan sebenarnya tentang Bulan. Bulan yang rela terjaga di malam hari untuk membiarkan yang dicintainya tetap bernafas. Karena berhutang budi apakah Nhu bisa membalas jasa sang Bulan ? Harus bisa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Yuki
  • (Antara) Bintang Bulan - [ABS 1]
  • Bond
  • Mas Duda
  • Forskel (BERAKHIR)
  • The Perfect Pilot
  • I Told the Moon about You

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines