His Half

His Half

  • WpView
    MGA BUMASA 70,352
  • WpVote
    Mga Boto 6,515
  • WpPart
    Mga Parte 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Aug 18, 2020
Sagar putus asa ketika dokter menyatakan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Tetapi Tuhan memberi kesempatan pada Sagar. Dia akan sembuh jika Sagar berhasil merubah seseorang menjadi lebih baik. Dan pilihannya jatuh pada Rhea-cewek nakal yang suka ngerusuh di sekolah, sombong dan malas belajar. Sagar harus berusaha untuk membuat Rhea jadi anak baik. "Oke, gue bakal berubah. Tapi dengan satu syarat ... Kita barter. Lo kalahin Feri dan gue perbaiki nilai gue."-Rhea "Deal. Aku bakalan kalahin Feri dan nerima resiko dia bakal mukulin aku. Tapi selama kita pacaran, aku harap kamu nggak pernah melibatkan perasaanmu!" -Sagar Lalu bagaimana jika dunia mereka terbalik? Rhea jadi anak baik dan Sagar jadi cowok nakal?
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Elegi Rasa : Pergi
  • 🍂Rediscover True Happiness🍂
  • Mencintai Dalam Diam
  • I MISS YOU BUT WHAT WE WILL BE TOGETHER AGAIN?
  • Gebetan (Crush) [COMPLETED]
  • Marsella (1)
  • I CHOOSE YOU
  • [𝗚𝗶𝘃𝗲 𝗠𝗲] 𝗔 𝗟𝗶𝘁𝘁𝗹𝗲 𝗠𝗶𝗿𝗮𝗰𝗹𝗲 ✔
  • End My Story [Complete]
  • Ardan [TERBIT]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman