Menunggu itu melelahkan.
Mengalah itu menyakitkan.
Dari dua hal tersebut, aku berhasil menjajahi berbagai aspek kehidupan di Dunia ini.
Ujian, masalah, air mata, dan penghianatan datang silih berganti bagai tiupan angin.
Tak perlu mencari letak kebahagiaan.
Tak perlu menghindar dari sebuah ujian hidup.
Karena itu semua akan datang dengan sendirinya, sama dengan datangnya tiupan angin yang membawa sebuah masalah dalam kehidupanku, maka angin itu pula yang akan membawanya pergi.
Yang menjadi pertanyaanya adalah, akankah aku tetap bertahan, akankah kesabaran dari dalam ragaku akan terus menemaniku hingga tiupan angin itu datang membawa kembali ujian, masalah, air mata, dan penghianatan yang ia bawa masuk dalam zona kehidupanku?
Dan, saking lamanya berbagai ujian itu mampir dalam kehidupanku.
Maka, aku akan menyerah sebelum angin itu datang membawa kembali berbagai ujian yang ia masukan kedalam ruang kehidupanku.
Raga sudah sering membaca novel tentang 'Transmigrasi'.
Ia sebenarnya tidak begitu mempercayai tentang hal yang jelas jelas tidak masuk akal, hingga akhirnya ia sendiri yang merasakannya.
'Gue mati gak epik banget anjir. Masa gue mati karena serangan jantung?! '
Dan... Ya. itu dia.
ia merasuki tubuh seseorang.
"KENAPA DIANTARA SEMUA JENIS TRANSMIGRASI GUE HARUS MASUK KE TUBUH DUDA ANAK TIGA, SYALAND!!!"
Ya, ia merasuki Xavier Radhitya Adibrata. Duda tampan beranak tiga.