We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Best Girl !!!

The Best Girl !!!

  • WpView
    Reads 9,978
  • WpVote
    Votes 324
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
ASSALAMUALAIKUM Wr Wb. ini adalah cerita pertama saya yang mengisahkan tentang persahabat dari beberapa remaja yang berjudul " the best girl". Jangan terkecoh oleh covernya ya karena kalian belum tau tentang ISI dari cerita ini. maaf jika banyak typo, karena ini baru cerita pertama saya. hehehe 😊😀. jangan sungkan2 untuk memberi kritik dan saran. & don't forget to VOTE and COMENT(maaf kalau tulisannya salah) semoga suka😊😊😊😊😊😊😊 nikmati membaca☺ MAAF CERITANYA NGGAK RUNTUT TOLONG JANGAN PUSING YAAA
All Rights Reserved
#82
cry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • He is OSIS
  • BETWEEN
  • Deberìa Redirme? (End)
  • FRIENDZONE (COMPLETED)
  • Antara  [End]
  • My Life
  • Arsyilazka

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines