We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Find Me [ON] Line

Find Me [ON] Line

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 6, 2017
WpInfo
Non-Fiction
singkatnya begini. bagian dari patah hati itu sendiri, saat kamu ngasih kepercayaan sepenuhnya sama dia yang menurut kamu bisa jaga kepercayaan itu tapi pada akhirnya dia ngerusak itu. sebentar, jangan protes dulu. ya kenapa aku bilang bilang begitu? kamu pernah ga kamu nemuin sebuah tissue yang terkena setitik noda hitam? apa yang kamu lihat lebih dulu? noda itu bukan? nah, itu yang aku maksud. walaupun kesalahannya itu cuma sedikit, seketika kamu akan tetap memvonis dia jahat. mau sebanyak apapun kebaikan dia, yang akan kamu ingat duluan itu adalah kesalahannya, apalagi kamu perempuan. benar ga aku? ini hanya dunia maya, yang dimana kamu dengan yang lainnya hanya bisa berpapas chat bukan muka, mereka hanya bisa menemukan kamu di "line", tanpa tau tepatnya kamu tinggal dibelahan dunia yang mana. mulai dari sekarang, jangan terlalu percaya sama orang lain selain anggota keluarga kamu. mau itu teman, sahabat, bahkan pacar. gaada yang harus kamu kasih kepercayaan lebih selain keluarga kamu. hah, kamu ga dengerin aku ngomong? jadi dari tadi kamu ngapain? tidur?!!
All Rights Reserved
#4
its
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • Unexpectedly Yours
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • ATMA FATAMORGANA
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • Stealing My Husband
  • MOTHER

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines