Break Down

Break Down

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 7, 2017
Lukaku bukanlah lukamu. Untuk kesekian kalinya kamu melukaiku dengan cara yang sama. Entah aku yang terlalu naif atau kamu yang suka bermain luka dengan cara yang sama. Tak bisakah kau menjadi sosok lelaki yang aku pinta. Yang bisa menjagaku dengan caramu sendiri. Menjaga hatiku juga diriku. Kamu selalu egois. Selalu membenci apa yang ada pada diriku. Selalu membuat cara untuk terbang lalu kau patahkan sayapnya dan membuatku jatuh. Bahkan kau tak pernah ada rasa bersalah pada diriku bahwa kau telah remukkan hatiku. Sakit. Tega. Terimakasih untuk lukanya. Tapi, ingatlah. Semakin kamu mencari yang sempurna, semakin buruk juga yang kamu dapatkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Admire Or Love
  • Past, Present, Future! (Tamat)
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Elegi Rasa : Pergi
  • Stay With Me
  • I love You Om (END)
  • Why Stay Away?
  • RAVENDRA
  • Betrayal Of Love (SlowUp)

Berpendidikan tinggi tak menjamin seseorang mengetahui segalanya. Pasti ada satu hal yang tidak di ketahui. Contohnya aku. Aku yang tak mengerti sama sekali tentang permasalahan hati. Katakan saja aku ini gadis bodoh. Memang aku ini bodoh. Bodoh dalam hal asmara. Bodoh dalam hal hati. Tak mengerti letak rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Hanya karena tak mengenal arti ke-empat rasa itu, aku membuat hati sesorang patah. Memang tak parah. Tapi tetap saja aku sudah menggoreskan luka di hati seseorang. Kisahku bermula saat mengenal dua remaja laki-laki yang berbeda karakter. Aku dekat dengan keduanya, tapi rasa yang ku rasakan di setiap remaja laki-laki itu berbeda. Dan aku tak tahu apa maksud rasaku itu? Mau bertanya pada sahabatku atau orang yang telah berpengalaman? Jujur saja aku malu. Karena aku selalu masa bodo tentang laki-laki di depan mereka, padahal dalam hati kecilku, aku sangat antusias. Mau tak mau aku cari tahu sendiri, hingga aku sadar dimana rasaku berada? Hatiku ini memilih siapa? Dan saat aku sudah sadar, semuanya telah terlambat. Terlambat menyadari rasaku sendiri. Gimana pas baca deskripsinya? Ada rasa-rasa penasaran? Kalo ada jangan lupa tambahin cerita ini ke readinglist kalian ok;) Baca+vote+komennya di tunggulho❤️. Happy Reading🎉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines