CEO? or Pole Dancer?

CEO? or Pole Dancer?

  • WpView
    Reads 643
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 2, 2019
Bagaimana jika kamu mencintai seorang pria tampan, mapan, bahkan mencintaimu? Semua wanita pasti mengidamkan lelaki yang sempurna untuk mendampinginya. Tapi tak dapat dipungkiri, Tuhan tidak menciptakan semuanya secara sempurna. Di dunia ini tidak ada yang sempurna, terkecuali Tuhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • THE TRUE LOVE
  • Jannah.
  • PERTEMANAN YANG ABADI [slow Up]
  • Komedi Cinta
  • School Scandal ✓
  • Stay With Me
  • SoulMate Will Certainly Meet
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines