I Need You

I Need You

  • WpView
    Reads 297
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 25, 2024
Summary: Hinata tak pernah kehilangan seseorang yang berarti di hidupnya. Apa jadi nya ia saat tau bagaimana sakit nya merasakan kehilangan seseorang yang amat sangat berarti di hidupnya? Ya! Naruto menyesali akan sikap ketidak pekaanya. Tidak peka terhadap perasaan yang ia miliki. Tidak peka akan sikap yang selalu di tampilkan Hinata, yang ternyata hanyalah sebuah topeng untuk menutupi rasa sakit yang ia rasakan. Di saat ia akan memperbaiki semua kesalahanya, ia harus menerima kenyataan pahit? Kenyataan bahwa ia sudah terlambat untuk memperbaikinya. Ya! Karna orang itu sudah pergi.
All Rights Reserved
#126
hinatahyuuga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny
  • Distance ✔️
  • Game Of Destiny
  • To My World [Published]
  • Unforgettable Memories [END] |NaruHina
  • Our Destiny [END] |NaruHina
  • Refuse Forget
  • Extremely Loving You
  • Give Me Love [NaruHina]
  • Gomen ne, Hinata [End]
Destiny

Isekai Bagi Hikari hanya sebuah genre komik yang sering dia baca, tapi apa jadinya jika dirinya sendiri malah terjebak dan mengalami kejadian persis seperti komik dan novel bacaannya. ------------ Jarak di antara mereka hampir hilang. Hinata bisa merasakan napas hangat Shikamaru di atas kulitnya, begitu dekat hingga setiap helaan napasnya mengirimkan sensasi yang menjalar di sepanjang punggungnya. Tangannya masih bertumpu di pinggangnya, menggiringnya dalam gerakan yang seakan hanya mereka berdua yang tahu ritmenya. Lalu, tanpa peringatan, Shikamaru menundukkan kepala sedikit, mendekat ke sisi lehernya, tepat di bawah telinganya. "Hinata..." ------- Tangan Sasuke yang tadi masuk saku sekarang bertumpu di pagar balkon, tepat di sampingnya. Dia tidak menyentuhnya, tapi kehadirannya terasa begitu nyata. Hinata bisa mencium aroma jasnya yang masih menyimpan sisa dingin udara malam. "Dan saat aku seperti ini, kau juga tidak tahu?" Sasuke bertanya lagi, nada suaranya rendah dan dalam. Jari Hinata sedikit mencengkeram gaunnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines