David orang yang suka sendiri. Baginya, sendiri itu menenangkan.
Tapi, namanya manusia, pasti pernah merasa kesepian, butuh teman, butuh perhatian. Dan saat itu, dia bertemu Ratih, sang penyelamat kehidupan perkuliahannya. Ekspetasi tentang kehidupan yang terlalu tinggi sepertinya tidak bagus untuk David. Karna, kehidupan bukanlah apa yang ada di dalam otak kita, tapi apa yang sudah kita lakukan, sedang kita lakukan, dan apa yang akan kita lakukan. Dan yang akan David lakukan adalah berjuang. Lebih tepatnya, memperjuangkan. Lebih tepatnya lagi, memperjuangkan Ratih.
Apa David berhasil? Entahlah, hanya Tuhan yang tahu.
Kisah dimana seorang teman mengenal rasanya sakiti hati, kesedihan, kekecewaan, kekesalan terhadap teman dekatnya, dimana hal seperti ini tak terbayangkan olehnya akan terjadi pada dia dan sahabatnya.
Dari situ dia belajar bagaimana dirinya bisa keluar dari zona kenaifannya dan mengerti bagaimana belajar menjadi seorang yang egois, karena pada dasarnya pepatah orang dulu itu benar adanya kalau " teman bisa jadi lawan ".
Namun satu sisi, dia diciptakan tuhan dengan hati yang lembut, dia sulit menjadi orang jahat, dia tidak bisa menjadi seperti orang lain, dia menjalani hidup mdengan caranya. caranya hidup adalah menerima semuanya, memendam semuanya sendiri lalu melupakannya seiring waktu berjalan. begitu naif, namun inilah yang membuatnya nampak spesial, tuhan adil dalam segala hal dan dia senang menjalani hidup ini.