Seperti Seketika

Seperti Seketika

  • WpView
    Reads 1,297
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 28, 2018
" Timpangan embun pada luka lama. " Embun itu menyejukkan. Apabila jatuh pada luka lama, dia bisa memberikan kesegaran atau bahkan menyembuhkan. Yogyakarta adalah embun bagi Adara. Sementara Surabaya adalah luka lamanya. Di Surabaya Adara mendapati kehilangan. Sementara di Yogyakarta, dia memperoleh pertemuan. Jangan bayangkan yang hilang adalah seorang kekasih. Bukan, lebih dari seorang kekasih. Adara kehilangan satu kesempatan memperoleh do'a yang pasti dikabulkan. Seorang Ibu. Adara bukannya lari, tapi takdir yang membawanya pergi. Ke Yogyakarta, Kota tempatnya memperoleh embun. Pertemuan yang menyembuhkan luka dan mendewasakan otaknya yang konservatif. Kendati lukanya telah pulih. Maukah Adara kembali pada Surabaya, atau justru membangun masa depan bersama Yogyakarta?
All Rights Reserved
#305
mellow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Terhalang Restu
  • Pengganti  [END]
  • Regards, Natashira (END)
  • Cinta Dalam Luka [SUDAH TERBIT]
  • Takdir Mempersatukan Kita (TAMAT)
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔

New Version Cerita Milla dan Iqbal yang kembali hadir dengan tambahan bab dan lebih lengkap. Yuk kepoin ceritanya. Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kita hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah berikan pada kita. Kita hanya perlu menjadi hamba-Nya yang taat. "Aku tidak tau," gumamnya terlihat lesu. "Percayakanlah segalanya pada Allah, Mila. Karena dia lebih tau mana yang terbaik untukmu. Jangan dengarkan apa kata orang, walau gagal itu bukan berarti akhir dari segalanya." Djavier memberi penjelasan pada Mila. "Pernikahan bukanlah perlombaan. Walau semua temanmu, termasuk Amierra sudah berkeluarga belum tentu kamu juga harus secepatnya. Bersabarlah, tabahkan kalau dia jodohmu maka dia akan kembali padamu." "Paman benar, Millo." Amierra ikut berkomentar. "Dalam urusan jodoh, kesendirian karena menanti dengan penuh kesabaran jauh lebih baik. Ingat Milla, kesabaran itu kunci kegembiraan, dan terburu nafsu adalah kunci kesusahan. Maka pilihlah, jalan mana yang akan kau ambil." Milla terdiam membisu, Djavier memang selalu bisa memberinya masukan yang menenangkan. Djavier seperti guru baginya. Pantas saja Amierra begitu takut kehilangannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines