Seperti Seketika

Seperti Seketika

  • WpView
    Reads 1,297
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 28, 2018
" Timpangan embun pada luka lama. " Embun itu menyejukkan. Apabila jatuh pada luka lama, dia bisa memberikan kesegaran atau bahkan menyembuhkan. Yogyakarta adalah embun bagi Adara. Sementara Surabaya adalah luka lamanya. Di Surabaya Adara mendapati kehilangan. Sementara di Yogyakarta, dia memperoleh pertemuan. Jangan bayangkan yang hilang adalah seorang kekasih. Bukan, lebih dari seorang kekasih. Adara kehilangan satu kesempatan memperoleh do'a yang pasti dikabulkan. Seorang Ibu. Adara bukannya lari, tapi takdir yang membawanya pergi. Ke Yogyakarta, Kota tempatnya memperoleh embun. Pertemuan yang menyembuhkan luka dan mendewasakan otaknya yang konservatif. Kendati lukanya telah pulih. Maukah Adara kembali pada Surabaya, atau justru membangun masa depan bersama Yogyakarta?
All Rights Reserved
#305
mellow
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regards, Natashira (END)
  • Jodoh Terhalang Restu
  • Cinta Dalam Luka [SUDAH TERBIT]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Langit Senja di Kota Nabi
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Takdir Mempersatukan Kita (TAMAT)
  • Pengganti  [END]

"Kedatangan saya kemari, berniat untuk melamar anak bapak dan ibu..." ucapnya to the point, dia tidak mengerti cara lamar anak orang bagaimana. Lebih baik langsung ke inti, latar belakang nanti saja dijelaskan belakangan Sepasang suami istri itu saling pandang, "Kenapa Mas Rakta tiba-tiba datang melamar? Apa sudah kenal dekat dengan anak saya?" "Belum." "Belum sepenuhnya" Ruang tamu rumah satu lantai itu hening... suara angin masuk berlahan melalui jendela, menghempaskan gorden tipis yang sudah terikat. "mas, panggil anaknya aja" saran mamanya menepuk bahu sang suami Raka mulai menghentak-hentakan kaki gelisah, sepertinya keduanya salah kira... "Na... Shinaaa, sini nak. Ada yang datang..." Seorang perempuan yang sejak awal memang menguping pembicaraan di ruangan itu, bergegas keluar dari persembunyiannya "Bukan," Ucap Rakta memotong, membuat dua orang di depannya kebingungan, "yang saya maksud, anak bapak dan ibu yang lain," "Shira. Natashira..." Ucapannya semakin membuat sunyi seisi ruangan, "Kamu mengenal Shira? Shira sedang di Amerika, belum pernah kembali ke Jogja sudah lebih dari 10 tahun..." ucap sang ibu dengan penuh kebingungan "Saya kenal, kami satu SMA. " "Saya serius dengan niat saya ini..." "Saya serius ingin menikahi Shira"

More details
WpActionLinkContent Guidelines