Rigil Kent: Kaki yang Berjinjit

Rigil Kent: Kaki yang Berjinjit

  • WpView
    LETTURE 77
  • WpVote
    Voti 16
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, gen 2, 2018
"Itu bintang Rigil, Rigil Kentaurus. Penguasa langit selatan." Kini tangan Terra menunjuk satu arah pada langit malam. Sebuah bintang. "Yang mana?" "Yang paling terang. Diatasnya, yang lebih redup namanya Hadar," Aku melihatnya. Bintang berwarna putih terang."Ya, aku lihat," "Aku suka bintang itu," Aku menatap wajah Terra yang nampak sangat antusias. Ia tersenyum lebar. "Jika aku melihat langit, pasti bintang yang pertama aku cari adalah bintang Rigil. Meski sebenarnya bukan bintang tunggal, tapi itu adalah bintang paling terang di rasi Centaurus." Aku tidak tau laki-laki seperti dia bisa sentimentil seperti itu. Apalagi tentang bintang. Spertinya ia tau banyak. "Dia juga bintang ke empat paling cemerlang di langit," "Kenapa ke empat? Kenapa kau tak menyukai yang pertama. Lebih terang kan?" Terra mengalihkan pandangannya kepadaku. Ia memandangku lekat-lekat seperti ketika kami berada di angkot waktu itu. Tiba-tiba aku merasa ada yang salah. Kehidupan SMA Richa biasa saja. Perpustakaan, buku adalah dua hal yang selalu melingkari kehidupannya. Tidak ada yang lain. Hingga suatu hari ia bertemu dengan Terra, teman satu sekolahnya yang terkenal sebagai anak berandalan. Dunia Richa pun berubah. Apa yang telah dilakukan Terra padanya?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Your Gravity
  • Satu Langkah
  • Rahasia Kita [END]
  • Tentang Kita
  • Lentera Senja
  • Amami

"Seperti gravitasi, sesuatu telah menarikmu tanpa peringatan-menarikmu ke dalam lingkup hadirnya, sebelum kau sempat menyadarinya" Your Gravity Teenlit, School life Romance story by Jiouneys ----- Lydia sebenarnya tidak begitu mengenal teman sekelasnya, Satria. Kejadian kecil di awal tahun ajaran bahkan sempat membuat mereka berselisih paham. Hanya saja kejadian-kejadian berikutnya selalu menggiring Lydia untuk kembali berinteraksi dengannya. Sampai suatu ketika, Lydia menemukan bahwa mereka bertetangga. Tentu sulit bagi Lydia untuk menghindari interaksi-interaksi kecil antar tetangga sehingga mau tak mau garis interaksi itu telah menuntunnya mengenal lebih jauh sosok Satria yang sesungguhnya. Satria sendiri terbiasa tidak peduli dengan sekitarnya. Sampai pada tahun ketiga sekolah menengah, ia tetap konsisten untuk tidak terlibat dengan apapun. Namun kehadiran Lydia dalam lingkup kecil kehidupannya telah membawa begitu banyak kejutan. Mulai dari hal kecil yang mampu mengharukan, hingga suatu rasa di luar nalar.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti