Gus Bara
Ketika nama telah terpahat di Lauhul Mahfudz, ia menjelma sebagai ketetapan abadi sang pencipta. Sekeras apa pun jemari manusia berupaya mencerai-berai, tak akan ada kekuatan yang sanggup memisahkan, kecuali maut yang menjemput hela napas terakhir dua makhluk yang telah digariskan bersama.
Namun, bagaimana jika takdir itu mengikat dua hati yang tak pernah saling menginginkan?
Dua hati dipaksa bersatu dalam keheningan tanpa rasa, dimana benih-benih dilema mulai tumbuh dan perlahan menyiksa jiwa. Keadaan kian membelenggu tatkala bayang-bayang masa lalu kembali hadir berselimut dendam membara, menyusup diam-diam untuk menghancurkan ikatan yang baru saja terjalin.
Dari sanalah belenggu cinta segitiga mulai menjerat tanpa akhir, membentang luas bagai samudera kelam yang sarat akan kedustaan dan pengkhianatan.
Di tengah badai takdir ini, berdirilah Bara, seorang Gus muda yang terpaksa mengarungi pahitnya lautan kedustaan. Setiap duka dan pengkhianatan yang ia lalui kini menjelma menjadi tetesan air mata yang selalu menyertai di setiap untaian do'a malamnya.
Akankah kisah cinta yang rumit dan penuh lara ini menemukan dermaga damainya bersama Ning Zulaikha? Ataukah mereka akan selamanya karam dalam samudra dusta?