Serpihan kasih

Serpihan kasih

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 22, 2017
Ini catatan kecil tentang sebuah prasaan. Tentang sebuah prasaan yang hancur, prasaan yang lelah berharap, prasaan yang kosong, bahkan prasaan yang masih menyimpan hati orang lain. :) Slamat membaca
All Rights Reserved
#180
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Story
  • Sebuah Penantian [ END✔]
  • Sanguine Rosé
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • Selamanya [END]

Story by: Galleria Frads & shininglight97 "Kukira aku sudah mengenalnya dengan sangat baik. Tapi nyatanya aku salah. Rupanya ia menyimpan banyak gejolak emosi dibalik hubungan mesra yang kami tutup dengan rapih. Bodohnya aku yang tidak mengerti kekecewaannya, dan memilih untuk melanjutkan kisah rahasia tentang hubungan kami dengan santainya. Bagaimana bisa aku tidak mengerti apa isi hatinya? Padahal aku melihat wajah cantiknya itu setiap hari, di bawah atap yang sama. Bagaimana bisa aku tidak pernah menyadari setiap perubahan mimik wajahnya yang tak nyaman atas apa yang telah kita jalani?" - Kim Do Young. "Awalnya kusanggupi perjanjian yg kami buat, tapi pada akhirnya aku tidak nyaman dengan itu. Ternyata itu sangat menggangguku. Ingin berteriak rasanya saat para wanita itu melemparkan tatapan mereka dan terus mencari tau tipe ideal dari kekasihku sendiri. Tapi pada akhirnya aku hanya bisa menghela napasku berulang kali dan kembali menyimpan itu sendirian, karena aku takut Doyoung kecewa." - Na Soo Hwa. "Kata 'penipu' yang selalu kau sematkan pada nama belakangku membuatku tak pernah mengerti, Baby. Definisi penipu seperti apa yang ada dalam kamusmu? Beri tau aku. Karena yang kutau, aku menginginkanmu kembali ke hidupku, Hwang Ji Na," - Jung Jae Hyun. "Jangan katakan apapun. Sekalipun kau berniat untuk mengatakan cinta beribu-ribu kali padaku. Aku akan menutup kedua telingaku rapat-rapat. Aku akan menutup kedua mataku erat-erat. Tidak ada lagi Hwang Ji Na yang terpesona pada seorang penipu hati sepertimu. Karena, sudah tidak ada lagi kepercayaan untukmu. Bahkan, setiap tarikan napasmu saja terlihat sebagai tipuan bagiku. Kau, seorang pembohong yang ulung, Jung Jae Hyun," - Hwang Ji Na.

More details
WpActionLinkContent Guidelines