Wanderer's Diary

Wanderer's Diary

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 31, 2017
Bila kalian membaca diary ini, selamat ! Kalian telah menjadi orang terlancang di dunia yang pernah aku temui. Bercanda kok, kalian boleh lihat diary ini dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, terserah ! Yang jelas, kalian harus membacanya dalam hati. Siapa tahu nanti ada seseorang yang menumpahkan kopi di diary ini karena kalian telah mengganggu mereka yang sedang menikmati kopi paginya. Terimakasih, dan selamat menikmati kisahku ! -John Wolfgang Sanderson, dan para pengembara yang lainnya.
All Rights Reserved
#123
humour
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SQUAD TO SIBLINGS {END} ✓
  • ( END )Transmigrasi Seorang Fudan
  • TRANSMIGRASI??BODO AMAT!!! [END]
  • transmigrasi antagonis boy (Completed)
  • in ROOM
  • Transmigrasi ayna
  • Transmigrasi Amora L²
  • The Big Target
  • I'm a Drama‼️
  • Bad Antagonis. ✔

Sebuah Fenomena tiba-tiba menghancurkan sebuah kota dalam waktu singkat. Mungkin sebuah fenomena bisa menghancurkan semesta. Namun, tidak dengan persahabatan mereka. "Mau berjanji? Kita akan menjadi saudara yang saling menjaga, melindungi, menyayangi, memberikan kebahagiaan. Menjadi obat bagi salah satu yang terluka diantara kita dan melalui semuanya bersama sama." "Kita udah melalui semuanya sama sama. Masuknya kita ke kota ini. bukanlah akhir dari segalanya, justru mungkin ini adalah awal yang harus kita lewati bersama sama." Cinta dan kasih yang mengeratkan mereka. Namun, nyatanya semesta bukanlah musuh utama. Melainkan dendam yang mengubah segalanya hingga tuhan menarik kembali perlindungannya. Mereka bukanlah 9 Raga, melainkan 9 jiwa. "Raganya mungkin tak di sini, tapi jiwanya tak pernah pergi." Kesalahan tanpa sengaja menyematkan dendam terdalam di hati manusia. Tak ada yang tau bagaimana dendam itu bekerja hingga mematikan akal sehat dan menggelapkan mata manusia. Merenggut dunia dari banyak jiwa. Kebahagiaan yang sirna, tak ada lagi rasa aman dalam hati mereka. Semua berubah menjadi derita dan penyesalan sepanjang masa. Petualangan bukan sebatas selamat dari bencana, tapi juga bertahan hidup setelahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines