Keep On Walking

Keep On Walking

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 4, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Sendiri itu menakutkan. Bahkan, jauh lebih buruk dari pada tidak mempunyai seorang teman. Semakin lama dia pergi, maka rasa rindu itu akan semakin menyiksa. Jika kita mencintai seseorang, apakah kita bisa menerima bila suatu hari nanti kita akan berpisah? Apa mungkin kita mencintai seseorang tanpa pernah takut kehilangannya? Apa mungkin kita mencintai seseorang tanpa pernah berharap memilikinya? *** Lo sama sekali gak pernah ada dalam mood yang normal saat gue berada di dekatnya. Bete, ngamuk, jutek, dan sebangsanya. Sumpah! seolah olah gue udah buat dosa ga bisa diampuni sama dia. Hanya gue! Cuma sama gue aja dia bersikap seperti itu. Sama yang lain? Manis! Sebabnya? Gak ada yang tau, teman temannya juga semua bungkam. Mungkin cuma dia dan Tuhan yang tahu. -__- Capek? Iya. Tapi, entah kenapa di tengah situasi ini yang gak enak ini gue rela banget berusaha baikin dia. Gue juga heran sama diri gue sendiri. Hmmm... Please, jangan perasaan itu! *up setiap 2 hari sekali ^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • For You [END]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita Tentang Kita
  • About feelings   (selesai)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • The Story of Love
  • It HURTS
  • THIS IS ME, KEIRA [TAMAT]
  • Feels ( Completed )

Dulu, aku hanya mampu menatapmu dari kejauhan. Kini aku bisa berdiri di sampingmu, tapi aku tidak pernah mampu menyatakan perasaanku. Aku takut menyakitimu. [Albi] Dulu, aku tidak pernah berani mendekatimu. Aku menyukaimu, tapi aku hanya mampu menatapmu dari kejauhan. Aku takut dengan perasaanku. [Canaria] Aku pernah meyakitimu dan tidak pernah terpikir olehku untuk kembali padamu. Tetapi itu salah setelah kita bertemu lagi, aku menyesali itu. [Pavo] Memiliki perasaan saling menyukai namun tidak pernah berani menyatakan perasaan masing-masing itu, rasanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines