Anak Kyai

Anak Kyai

  • WpView
    Reads 3,307
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
Pinter tajwid, khatam al-qur'an, hafal hadist, semua mengikuti kriteria "Anak Kyai" tapi perawakan dan sifatnya berbeda. Meskipun mengerti hukum islam, tapi Maudy tetaplah Maudy. Dia mengamalkan dengan perawakan yang gaul abis. Alasannya hanya satu, ia benci abi karena tidak punya umi. Dan inilah kisah tentang seorang Adinda Maudy Fauziah. Anak kyai yang hampir seperti preman.
All Rights Reserved
#716
santri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Strata (REPOST)
  • Dijodohkan Dengan Gus Rian
  • Pahala Surgaku✓
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • Syaqil Adiba [Lengkap]
  • Jalan Cinta Suci Mutiara Fakhirah (Suci Dan Azam)
  • Cinta Dalam Diam Seorang Indigo
  • Gus Rizal My Husband [HIATUS]
  • Bukan Pesantren Biasa✓
  • Mengejar Cinta Ustadz (TAMAT)

(DI PRIVAT ACAK) Daniyah Namira Handoko, atau yang biasa dipanggil Nami. Mahasiswi tingkat akhir Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) salah satu universitas negeri di Surabaya. Anak dari Muhammad Rian Handoko-seorang guru besar, sekaligus cucu dari Kyai yang sangat disegani masyarakat di salah satu desa yang ada di kota Gresik. Gadis yang tidak menganut pacaran seperti gadis pada umumnya. Karena ia mempunyai impian, untuk di taaruf ikhwan salih saja. Yang akan mencintainya tulus layaknya sang ikhwan mencintai-Nya. Karena yang menjadi pengukur utama calon imamnya adalah yang cinta, ketaatannya beribadah, serta keimanannya kepada Allah. Zahran Kahfi Athaillah. Pemuda yang rela menunda pendidikannya dahulu. Selain karena keadaan ekonomi, hal yang sangat ia pertimbangkan untuk tidak melanjutkan kuliah dulu adalah, ia harus membantu ibu mengurusi adik-adiknya. Ia tak tega melihat ibunya yang susah payah mengurus sendiri tanpa adanya ayah. Kini Kahfi merupakan karyawan di salah satu pabrik pembuatan pipa yang lokasi kerjanya tak jauh dari rumah. Untuk urusan cinta, Kahfi tak pernah memikirkan itu. Namun ketika ia melihat gadis yang selama ini ia kagumi diam-diam. Gadis bersuara merdu yang dulu bersama sering mengikuti berbagai lomba MTQ dan menjuarainya. Gadis yang tampak sangat anggun dengan gamis dan khimar panjangnya. Dan dari sana, Kahfi pun memikirkan masa depan dirinya sendiri. ... Dan satu persatu masalah naik ke permukaan. Dari Kahfi ingin mentaaruf Nami. Namun sebagian hatinya berbisik, siapakah dia hingga berani mentaaruf anak dari keluarga Handoko, yang jelas-jelas keluarga kaya nan terpandang, juga Nami yang mempunyai karir jelas. Sedangkan dirinya? Karyawan bawahan yang berpenghasilan sedikit dan untuk meneruskan pendidikan saja ia tak mampu. Semuanya dimulai, Tentang cinta Kahfi yang ingin mencintai dia karena Allah, bersama menuju jannahNya. Namun ketika strata yang sangat jauh dari kata seimbang, mampukah Kahfi berdiri dan melanjutkannya? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines