Hai pencuri kau, terang.

Hai pencuri kau, terang.

  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 12, 2017
Aku suka dengarkanmu bicara, aku suka dengarkanmu bercerita. Kamu sering bercerita yang tak melulu tentang kita, pernah kamu bercerita tentang ikan paus dilaut, pernah juga tentang bunga padi disawah. Bersama senja yang menjingga, aku baru saja menikmati dua keindahan dalam waktu bersamaan. Menikmati ceritamu bersama tawamu, serta menikmati senja yang semakin menjingga kala gelap mulai jatuh. Tak ingin rasanya setiap malam bersamamu berlalu. Aku tidak suka jika malam mulai berlalu dan terang mulai datang. Kamu tahu kenapa aku tak ingin terang datang begitu cepat? Karena saat pagi datang, itu tandanya kamu akan mengantarku pulang dan menghentikan segala ceritamu. Ternyata dinginnya malam itu tak dapat membekukan waktuku bersamamu. Aku selalu berharap bahwa pagi hanya akan datang setelah aku memanggil terang. Hai pencuri kau, terang....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Friend's Zone's
  • Friendzone
  • The Martial Art of love
  • Seperti Senja [COMPLETED]
  • SENJA KU SENJA MU
  • DENTING  [Revisi]
  • Straight A  ✔
  • INTUISI [END]
  • HIM
  • Renjana

Cinta mempermainkan persahabatan kita! Aku, Kamu, Dia, dan Kita! Aku sangat ingin berteriak kepada dunia bahwa aku ingin egois sedikit saja. Tapi ternyata diriku terlalu lemah ketika aku di perhadapkan untuk memilih antara Cinta dan Persahabatan. Sehingga pada akhirnya aku mengalah, kelemahanku membuatku memutuskan untuk pergi sejauh yang diriku bisa. Membawa pergi ragaku untuk bersembunyi dan lari dari segala kesakitan tak berujung ini. Meningalkan semua kenyataan pahit yang tak pernah ingin kukenang dan bahkan tak akan pernah di terima oleh relung hatiku. Tapi ternyata takdir tak semudah yang diriku bayangkan, rasa ini mempermainkanku sekali lagi dalam kondisi yang berbeda, dan semakin membuatku lebih terpuruk. Hingga rasanya sesak dan sempit menghimpit setiap organ tubuhku. Dimana Aku harus bertahan antara Cinta, Persahabatan, dan kehadirannya. Tapi kali ini bolehkah diriku egois? Untuk mendapatkan setitik kebahagiaan? Dan untuk kesekian kalinya aku harus menelan kepedihan teramat dalam, yang membuatku hancur perlahan-lahan. Apakah kali ini aku harus pergi lagi? Apakah ini yang diinginkan takdir dan cinta bodoh ini kepadaku? Pergi untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya? Apakah aku akan kalah lagi kali ini? ~ FRIEND'S ZONE'S ~ "Aku bahagia ketika melihat kedua sahabatku bahagia..." "....itu definisi sahabat bukan?" 🚫 DO NOT MENJIPLAK MY STORY! PLAGIAT MOHON BERTOBAT🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines