
Ratu Amora sedang bersimpuh di hadapan makam yang dihiasi bunga mawar merah disekelilingnya. Ia menitihkan air mata dan memejamkan mata sebentar. Kejadian selama ini terjadi terlalu cepat. Dewi fortuna seakan tidak berpihak kepada takdir hidupnya. Terlalu banyak pikiran yang harus dipikulnya di umur yang baru menginjak 20 tahun. Apa yang ayahnya lakukan adalah sesuatu yang gegabah. Ibunya yang ternyata penyihir mewariskan kekuatan di dalam diri Amora. Ayahnya tidak ingin putri semata wayangnya mengetahui kekuatannya. Sehingga ia membuat perjanjian dengan ketua penyihir. Mantra itu menghalangi keluarnya kekuatan yang Amora miliki tapi membuat aura Amora menjadi semakin cantik sehingga siapapun yang melihatnya akan langsung jatuh cinta. Mantra itu akan hilang ketika Amora sakit hati karena cinta. Ketika mantra itu hilang, Amora akan langsung menggunakan kekuatannya untuk membunuh orang yang membuatnya sakit hati. Amora ibarat mawar berduri. Cantik nan indah tapi jika salah menyentuh akan terluka karena durinya. Apa yang sebenarnya terjadi kepada Amora? p.s alur cerita mundurAlle Rechte vorbehalten
1 Kapitel