First Love Badboy💞

First Love Badboy💞

  • WpView
    LECTURAS 437
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadConcluida sáb, jun 3, 2017
Febas Salbilla lahir di keluarga yang sederhana semua yang diinginkan pasti akan dikabulkan oleh keluarganya. Febas selalu taat dengan peraturan yang ada. Semua berjalan lancar tapi bagaimana kisah cinta Febas seorang wanita yang sulit percaya pada cinta? Karena pengalaman nya di masa lalu yang membuatnya trauma sampai sekarang. Bagas Dwipurna Cahaya seorang laki-laki badboy yang gak pernah nurut sama peraturan karena bagi Bagas peraturan itu gak penting sama sekali. Lalu bagaimana seorang badboy harus bertemu dengan Febas yang selalu taat dengan peraturan? "Bagaimana pun keadaannya lo harus nurut sama peraturan ini Agas?" ucap Febas "Gak akan pernah Billa buat apa peraturan diturutin? Gak ada gunanya sama sekali!" ucap Bagas
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Bagaskara [TAMAT]
  • Veyara Secret [END]
  • SKRIPSUIT  ✔
  • LANGIT BIRU
  • Kalenzio's Obsession (ON-GOING)
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • semua punya luka

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido