Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa

  • WpView
    LECTURES 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., sept. 23, 2017
Karna dalam setiap untaian kata yang terlepas bebas dari lidahmu terdapat berjuta makna yang kadang kau sendiri tak sanggup menjelaskan . Karna pada dasarnya perasaan tercipta untuk dimengerti dan dihargai bukan dijabarkan dengan segala rumus dari berbagai teori dan kata dari berbagai bahasa . - Raffi Austin - Jika kau datang hanya untuk menggores lukaku kembali atau menaburnya dengan garam berbentuk gula lebih baik jangan ! Cukup aku yang membasuhnya dengan air mata . Karna kau adalah ketidaktentuan yang tercipta oleh takdir yang paling ku cintai . Kedengarannya bodoh karna memang cinta tak memakai rumus yang bisa menyelesaikan soal lewat satu jalan . Melepaskanmu memang berat karna kau bagai perekat diantara kepingan yang hancur . Walau ada saatnya lidahmu mulai lelah menjelaskan . Hatimu lelah menahan luka . Maka tumpuan terakhir untukmu adalah Tuhan . **** Cara Nicole M **** Ini adalah kisah tentang Cara dan Raffi yang selalu percaya dalam kebodohan mereka masing-masing.
Tous Droits Réservés
#90
kekuatan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sudut Luka Nazea
  • Hopeless
  • Love In The Past {END}
  • crazy love |END
  • ALONE
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • Why ?? 💖Love Him
  • Cinta dalam Diam(End)

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu