We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PUZZLE
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Astaga, Dee. Udah jam setengah tujuh. Bangun yuk sekolah" ucap Rian pelan sambil menaruh kepala sahabatnya diatas paha dan menepuk nepuk pipinya pelan. Dee hanya merenggangkan tubuhnya dan malah memeluk pinggang Rian lalu tertidur kembali. "Dee ayo bangun heh. mau bangun apa gue cium, hm?" tanya Rian yang tidak Dee gubris sama sekali. Rian langsung memajukan mukanya menuju muka Dee. Tiba-tiba Rian mendapat pukulan ringan didepan mukanya. . . . Aku memang tidak tahu apa arti CINTA. Tapi, aku pernah merasa dikecewakan dalam CINTA" seperti satu kesatuan yang sulit untuk dipadukan...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • Abhita (Completed)
  • I (don't) Love You [END]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Disguise... [END]
  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • I NEED LOVE!!
  • Always Forever Me
  • Langit Yang Merenggut Cinta
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines