PUASA TERAKHIR

PUASA TERAKHIR

  • WpView
    Reads 8,493
  • WpVote
    Votes 308
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kumpulan cerpen yang pernah saya tulis. Teruntuk ibu: "Ibu maafkan anakmu, jika waktuku hanya sesingkat ini, maafkan aku yang banyak berdosa padamu. Maaf ketika aku sering mengecewakanmu, maaf ketika aku sering membuatmu bersedih, maaf ketika aku membuatmu menangis, maaf ketika aku sering membuat mu terluka, maaf karena aku membuatmu berduka. Ibu, jika ini waktuku. Jangan kau lepas aku dengan tangis mu, karena aku terlalu sering membuatmu terluka. Beribu kata maaf takkan sanggup mengganti semua yang kau alami. Ibu, mungkin ini puasa terakhirku. Jangan kau tutup dengan air mata kesedihan. Maafkan aku anakmu, yang mungkin tak bisa lagi bersujud di kakimu memohon keridhoanmu. Ibu, maafkan aku. Bila ini puasa terakhirku, hantarkan aku dengan senyumanmu." -Aku-
All Rights Reserved
#131
kampung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Dua Puluh Menit [END]
  • BACKSTREET (COMPLETED)✔
  • Kalaya [END]
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • [END] SHORT STORIES
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Different (END)

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines