Rain Coffee and You

Rain Coffee and You

  • WpView
    Lecturas 3,269
  • WpVote
    Votos 230
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, ago 17, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Kini, sebagian dariku tertinggal di kota ini. Sudah beberapa hari aku meninggalkan kota yang telah membuatku banyak melibatkan perasaan, Bandung.. itulah namanya. Kakiku mungkin saja meninggalkan kota ini, namun secara harfiah. Namun jiwa dan hatiku akan tetap tertuju ke kota ini. Berat memang, namun siapa yang harus disalahkan? Waktulah yang paling bersalah dihidupku, tetapi tiada kata yang tepat untuk protes terhadap waktu. Kini, aku harus berkawan dengan resah, dan ikhlas pada setiap temu, pisah, jumpa, rindu dan cerita. cerita ini di sertai gambar - gambar, usahakan membaca dengan jaringan on agar memperlancar hayalan saat membaca! :)
Todos los derechos reservados
#54
anakkampus
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • 𝐒𝐡𝐞 𝐢𝐬 𝐦𝐲 𝐆𝐢𝐫𝐥•| [On going]
  • Bandung dan Semua Yang Tertinggal [TAMAT]
  • True Love Ole
  • Kamu dan Bandung
  • Kebahagiaan di Bandung (Aralynn X Larine)
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido