Harus Memilih

Harus Memilih

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 27, 2017
Setiap hal adalah pilihan, termasuk perihal mengenai hidup dan mati, bertahan atau meninggalkan, maju kedepan ataupun mundur kembali ke belakang. Setiap hal yang menimbulkan pilihan pasti akan menimbulkan resiko. Siap tidak siap kita jalani apapun itu resiko nya termasuk "penyesalan". Seperti hal nya perihal bertahan atau meninggalkan. Entah apa yang membuat kita sedikit atau bahkan sangat gundah saat hubungan sudah tak layak disebut hubungan. Ingin sekali bertahan namun saat mencoba bertahan hanya sebuah luka dan rasa tak nyaman yang Kita dapat. Namun, saat kita memilih meninggalkan? Apakah keadaan akan lebih baik dibandingkan kita bertahan? Yang sulit dari sebuah pilihan bukan lah memilih, tetapi bertahan pada pilihan yang kita sebut "keputusan".
All Rights Reserved
#74
boycandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • AQRAF (On Going)
  • Distance
  • Surreptitious [END]
  • My Ice Prince
  • Let Us Alive ( On-Going )
  • Imagination
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Noda dalam Cinta
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines