Look At Me

Look At Me

  • WpView
    Reads 1,021
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
Tiba-tiba aku ditarik paksa sekelompok cowok tampan hanya karena wajahku mirip dengan kekasih ketua gang mereka, Alenka. Bukannya meluruskan keadaan, Romy malah membiarkan kesalaha pahaman akan identitasku dan tetap menganggapku sebagai kekasihnya. Masalah semakin ruwet saat Alenka muncul dan bukannya senang akan kehadiran kekasihnya yang sebenarnya, Romy malah memilihku. Perasaanku bercabang saat aku menyadari bukan Romy yang sanggup membuat jantungku bekerja keras, tetapi kehadiran sosok angkuh dan kasar yang tidak banyak bicara dan merupakan sahabat baik Romy. Apa yang harus kulakukan dengan perasaanku? Tetap bertahan disisi Romy atau mengungkapkan perasaan pada sosok yang selalu cuek dan memandangku sebelah mata.
All Rights Reserved
#135
sweetlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Nadi Membenci Hati
  • DANKLAR
  • Sejarah Mantan (COMPLETED)
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • So Long, High School
  • MY DEAR LITTLE ANGEL

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines