Un-Ephemeral Bond

Un-Ephemeral Bond

  • WpView
    Reads 2,300
  • WpVote
    Votes 168
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 8, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"APA?" Mila salah tingkah juga ditatap dan diberi senyum begitu. Ia tertawa kecil dan tangan kanannya terangkat pelan keatas lalu, Jemari-jemarinya yang hangat karena pengaruh alkohol menyentuh pipi Mila. Ia mengelus pelan pipi Mila dengan ibu jarinya. "Aa..Apa-apaan kau in... " "Kau manis juga." Dug. Pria itu menjatuhkan tangannya sementara kepalanya tertunduk mendarat di perut Mila--kesadaran dirinya hilang. Alkohol berat. Mabuk. Bar. Apalagi kalau bukan Bad Boy kelas berat? Sederhana, tapi sebenarnya tidak. Perjalanan seorang Mila yang penuh mimpi dan Orang asing yang ditemui nya di sudut bar, Dylan-- dengan segudang masa lalu kelamnya. Yet, siapa sangka bila Dylan punya segudang yang kelam, Mila punya ratusan gudang? "I want this to be an Un-Ephemeral Bond, sebuah ikatan yang tidak hanya berada dalam jangka waktu yang singkat."
Creative Commons (CC) Attribution
#569
strangers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Doll (Season 2)
  • psychologycal
  • My Sweet Troublemaker✔ [PROSES REVISI]
  • TAMARA
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Brother Complex ━ Shawn Mendes
  • Diana
  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Ex or New? [REVISI]

Setelah kepergian Meli dan bertubi-tubi masalah yang ia hadapi, membuat Danny berusaha menata hidupnya kembali. Tak ada satupun informasi yang ia dapatkan tentang Meli. Meli benar-benar pegi, tanpa jejak, menghilang begitu saja. Harapan untuk melayangkan permintaan maaf, dan mengutarakan penyesalan terbesar yang ia lakukan selama ini, masih jauh panggang dari api. *** Keputusan untuk pergi dari kota rantauan dan kembali ke kota asal, ternyata membuka lembaran baru bagi hidup Meli. Ia tidak sendirian, janin yang mulanya tidak ia inginkan, tumbuh menjadi gadis cantik yang menggemaskan. Perlahan, rasa sedih, kecewa dan marah akibat kebodohannya sendiri, berganti dengan kebahagiaan. Gadis mungil itu, membuat hidup Meli yang suram, berubah menjadi penuh makna sebagai ibu tunggal. *** Akankah mereka bertemu kembali? Apakah Danny benar-benar siap untuk melihat buah hati mereka, yang tidak pernah ia ketahui selama ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines