Story cover for Let Time Talk  by nurwdh
Let Time Talk
  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 243
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published May 28, 2017
Menunggu. Terluka. Sakit. Lelah. Tak mengurangi rasa itu. Rasa yang sebenarnya terlarang untuk sepasang sahabat. Namun apa kemampuan seorang hamba? Hanya bisa menerima dan menjalankan takdir yang telah disuratkan. 

Entah sejak kapan rasa itu menghampiri. Entah untuk kapan rasa itu terbalaskan. Entah akan merasakan balasan atau tidak. Entah takdir bersahabat dengannya atau tidak. Dan entah harapan itu akan terwujud atau tidak.

Tak mudah untuk melanjutkan. Tak mudah untuk memendam. Tak mudah untuk bertahan. Tak mudah untuk menghindar. Tak mudah untuk mundur. 

Biarlah waktu yang berbicara. Biarlah waktu yang akan menjawab semuanya. Biarlah waktu yang akan menentukan. Biarlah waktu yang akan merubah takdir. Biarlah itu menjadi rahasia sang waktu.
All Rights Reserved
Sign up to add Let Time Talk to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Restu Tuhan cover
ASRAR| cover
Elegi Rasa : Pergi cover
Dua Cinta (Our Promise) cover
He is not My Best Friend (End) cover
Teruntuk Kamu cover
Kelas A [End] cover
As Time Allows cover
KISAH cover

Restu Tuhan

32 parts Complete Mature

Kisah cinta remaja SMA yang harus terpisah karena perbedaan keyakinan keduanya serta larangan demi larangan dari orang terdekat yang akhirnya memisahkan mereka melalui kejadian tragis. Gadis itu kehilangan kekasih hatinya yang pergi membawa sebongkah cinta yang hingga saat ini membuat jiwanya hampa, serasa jiwanya pun ikut pergi tak ada lagi semangat dalam dirinya hanya air mata yang sudah mengering dan hampir habis menemaninya menghabiskan waktu berharap keajaiban datang dan semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka ***** " Ketika aku melewatkan hari tanpa dirimu, yakinlah aku baik-baik saja seperti hal nya aku yakin kau juga bahagia di sana" Al.... Senja itu ibarat kamu indah menenangkan meski sekejap tapi tak bisa kumiliki selamanya namun esok akan datang kembali membawa kebahagiaan,benar kan... Tanpamu meskipun sendiri aku tetap menyukai senja.. karena senja mengingatkanku padamu yang telah pergi bersama jutaan mimpi dan doa-doa yang pernah kita cipta dan pinta bersama Bahagialah di surga bersama Sang Hyang Widhi aku lanjutkan hidupku dan akan kutemukan bahagiaku di sini temui aku nanti di surga ya Al....