100: Enchanted Quill

100: Enchanted Quill

  • WpView
    Reads 325
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 3, 2020
Hunter Andersson tak pernah menyangka seekor gagak yang ditemuinya akan merubah hidupnya. Hunter adalah seorang anak dari keluarga yang baik. Keluarga Andersson adalah keluarga yang dekat dengan sang Raja. Cukup dekat untuk disebut tangan kanan Raja dalam masalah politik. Suatu saat, kedua orangtuanya dibunuh. Tidak ada yang tahu siapa pelakunya. Pemakaman kedua orangtuanya berlangsung haru, sampai seekor gagak tiba-tiba hinggap di bahu Hunter. Gagak itu bertanya pada Hunter, apakah ia mau melenyapkan rasa takutnya yang paling dalam? Gagak itu memberikan salah satu bulunya pada Hunter. Semuanya, semua orang yang menghadiri pemakaman itu, terdiam sesaat. Sebelum akhirnya menangkap Hunter sebagai penyihir. Dipenjara, disiksa, dan akan dihukum mati, Hunter memutuskan untuk menuliskan kekesalannya pada surat terakhir sebelum eksekusi hukuman matinya. Bahwa ia, Hunter Andersson takut mati. Lalu, tujuh ratus tahun berlalu...
All Rights Reserved
#796
immortal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen Friensyah Aldebaran
  • Sorry Not Sorry
  • Kehadiran Yang Tak Dianggap(TERBIT)
  • Berikan Aku Rumah [Revisi Alur]
  • Eldblood: The Beating Stone
  • Poison Of Love
  • GILANG [END]
  • The Devil Cruel [COMPLETED]

"QUEEN FRIENSYA ALDEBARAN" Gadis yang dulunya selalu merasakan kasih sayang dari orang tua nya tapi tidak dengan sekarang. Setelah kepergian Nyokap nya Friensya kehilangan kasih sayang dari kedua orang tua di karenakan Bokapnya mementingkan Ibu dan saudara sambung nya. Bokapnya sudah tidak ada lagi rasa sayang kepadanya bahkan Friensya selalu di bentak sampai dihukum oleh Bokapnya hanya karena Ibu dan Saudara tirinya selalu mengadu yang tidak-tidak kepada Bokapnya. Friensya di paksa kuat oleh keadaan. Bahkan ia terkena penyakit Leuknemia tapi ia tak mau seorang pun tahu soal penyakit yang ia derita karena Friensya tak mau membebani siapapun.Hingga pada titik bukan menyerah tapi ia lelah, . Perjuangan nya telah usai kini waktunya lembaran takdir nya di tutup dengan sebuah kematian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines