Hanya Aku?

Hanya Aku?

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 2, 2017
Aku terlahir dari angka. Ku jalani hidupku dengan angka. Aku sungguh tidak bisa terlepas dengannya angka. Setiap langkah kaki yang ku kibarkan, selalu saja angka mengikutiku. Namun, satu hal yang aku tidak suka dengan angka. Bagaimana bisa? Angka bisa mengambil harta terpentingku. Yang tak pernah bisa kembali. Ku pikir hanya untuk ku, tapi tidak. Ini juga untuk seluruh manusia, hewan, dan tumbuhan di planet bumi. 29 Mei 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • di akhir perang
  • Terjebak Nostalgia
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Miracle of Smile
  • Tentang Kita
  • SasuHina - Love Story
  • You are in my past and my future [END]
  • Kehidupan "Kami" (TAMAT)
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Why?? Kumpulan Cerpen✔

" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines