I Just Did

I Just Did

  • WpView
    Reads 698
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 9, 2017
Bagaimana perasaan seorang player wanita tiba-tiba ditolak oleh seseorang. Begitu lah perasaan Mirza saat dia hanya ingin mendekati adik kelasnya karena sebuah tantang dari sabahat-sahabatnya. Malah dia sendiri terasa tertantang. "Bukan Mirza namanya kalau menyerah begitu saja" ucap Mirza sombong. "Tidak ada yang akan menolak pesona Mirza Akbar". Berbeda dengan Lita Ajeng. Dia sama sekali tidak suka dengan kakak kelasnya yang bernama Mirza. Maka di tertarik untuk mengerjai kakak kelasnya itu. "Biarin sekali-sekali dekerjain sama cewek" ucapnya terkekeh. "Ga semua perempuan suka sama dia. Karena ada faktanya,yaitu gue". Ini cerita pertama ku. Jadi kalo ada kesalahan atau ga jelas tolong di maklumi. Namanya juga pertama kali. Jangan lupa like dan komenya.
All Rights Reserved
#7
mirza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAME OVER [TERBIT]
  • Paradoks Cinta
  • Markxelio
  • Minus A
  • I Love You But I Hate You
  • Watching You (Kezra & Eric) (END)
  • AKSARA ( ON GOING )
  • MEISYA
  • About You
  • triangle

Setiap kali hujan turun, rasa sakit ini terasa semakin menyesakkan. Karena, ketika hujan datang aku pernah mencintaimu begitu hebatnya. -------------------------------------------------------------------------------------------- Kita adalah dua orang dengan pribadi berbeda. Kamu bagaikan kobaran api dan aku bagai bongkahan es. Kamu bagai mentari yang hangat sedang aku hanyalah duri dari mawar yang beracun. --------------------------------------------------------------------------------------------- Kisah ini menceritakan tentang perjalanan kehidupan Azril dan Lila. Dua remaja yang memiliki berbagai rintangan hidup, percintaan yang gagal, bahkan keluarga yang berantakan. Mereka bertemu karena sebuah permainan yang menjerat keduanya. Bisakah, misi rahasia ini berjalan tanpa melibatkan sebuah perasaan? Copyright© 2017 by Noviaist

More details
WpActionLinkContent Guidelines